• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Gerakan Daulat Desa Dorong PTPN Berdayakan Masyarakat Mengelola Perkebunan Sawit

Brigjen (Purn) Victor E Simanjutak

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
10 November 2018 | 16:14 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

TAHUN 1911 di Sumatera Utara, telah dikelola perkebunan kelapa sawit, demikian pula di Lampung dan di Aceh. Sekarang ini sudah tersebar luas di berbagai propinsi lain termasuk di Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Papua melalui proyek PIR atau perluasan usaha Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), sekarang kita kenal dengan sebutan Perseoran Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN).

Sebelum perang dunia ke II, Sumatera Utara adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, lalu berkembang terus hingga tahun 1980-an. Tanaman kelapa sawit menjadi komoditi primadona karena memberi keuntungan yang melimpah, sehingga areal diperluas.

Namun perluasan areal tidak membuat Indonesia sebagai penghasil utama minyak kelapa sawit, karena ternyata Malaysia adalah penghasil minyak sawit yang utama.  Mengapa justru Malaysia sebagai penghasil utama minyak kelapa sawit? Karena Malaysia mampu mengelola secara efisien serta didukung oleh penelitian dan pengembangan teknologi yang baik.

Dari Primadona Menjadi Rugi

TAHUN 1980-an perkebunan kelapa sawit telah berjasa memberikan keuntungan kepada negara, seharusnya saat ini sudah makin berkembang untuk memberikan keuntungan besar kepada negara, namun faktanya berbicara lain.  Beberapa data kerugian pengelolaan perkebunan kelapa sawit  yakni,

  1. Tahun 2015 PTPN XIII yang mencakup wilayah kerja Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami kerugian hingga Rp300 miliar. Mohammad Abdul Ghoni selaku Direktur Utama mengungkapkan bahwa harga komoditas sawit yang terpuruk tidak sejalan dengan pengembangan areal perkebunan yang terus dilakukan.
  2. Hingga akhir Desember 2016 PTPN III (Persero) Holding Company mengalami kerugian mencapai Rp1,4 triliun. Kerugian ini dialami pada era kepemimpinan Elia Massa Manik yang bahkan dipromosikan sebagai direktur utama Pertamina, namun tidak berselang lama menjabat Direktur Utama Pertamina telah diganti.
  3. Pada masa kepemimpinan Dasuki, PTPN IV di Sumut juga mengalami kerugian, namun Dasuki malah dihunjuk menggantikan Elia Masa Manik.

Berbagai alasan diajukan sebagai kambing hitam penyebab kerugian perkebunan kelapa sawit ini. Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, mengatakan bahwa kerugian itu lebih di sebabkan faktor iklim yang membuat terjadinya penurunan produktivitas, yaitu penurunan produktivitas :

  1. Tandan Buah Segar (TBS). Dari 18,08 ton hektare turun menjadi 16,48 ton per hektare.
  2. CPO dari 4,09 ton per hektare turun menjadi 3,66 ton per hektare.
  3. Inti sawit dari 0,79 ton per hektare turun menjadi 0,68 ton per hektare.

Disamping faktor produksi, Yusri Usman mengatakan penurunan harga komoditi kelapa sawit juga penyebab meruginya beberapa PTPN. Mengapa perkebunan di Malaysia tidak mengalami kerugian dari faktor produksi dan turunnya harga komoditi kelapa sawit?.

Itu Karena penelitian dan pengembangan tehnologi mereka tentang kelapa sawit berhasil, sehingga dapat menghasilkan  Tandan Buah Segar 12 ton/ha, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya 3 ton per hektare, sehingga peningkatan produksi bisa menutupi penurunan harga.

Page 1 of 3
123Next
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba asal Simalungun Ditangkap di Siantar, Simpan Ganja 88 Gram

12 Juni 2026 | 15:18 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber