• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional
Foto kolase Shelfi Ndaro (kiri) dan Sarah Beatrice Riwoe. Nama Sarah masuk dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Diduga nama Sarah digunakan Shelfi untuk terbang dengan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. [Ist]

Foto kolase Shelfi Ndaro (kiri) dan Sarah Beatrice Riwoe. Nama Sarah masuk dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Diduga nama Sarah digunakan Shelfi untuk terbang dengan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. [Ist]

Identitas Palsu Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Kenapa Bisa Lolos?

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
12 Januari 2021 | 12:51 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com – Nama Sarah Beatrice Alomau, tercatat menjadi salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh pada Sabtu (9/1) lalu.

Namun, belakangan diketahui ternyata Sarah tidak berada dalam pesawat nahas tersebut. Identitas Sarah diduga digunakan penumpang pesawat atas nama Selfhi Ndaro.

Pengacara Sarah, Richard Riwoe menjelaskan, Sarah dan Selfhi memang berteman. Kontrakan keduanya pun berdekatan. Bahkan mereka bekerja di tempat yang sama, yakni di sebuah pergudangan yang berlokasi di sekitar bandara.

Richard menyebut keduanya juga sama-sama berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Sarah berasal dari Alor, sementara Selfhi dari Ende.

Tapi menurut Richard, Sarah tak mengetahui soal penggunaan kartu identitas itu. Kata Richard, kliennya hanya tahu bahwa Selfhi hari hendak terbang ke Pontianak.

“Nah karena mereka berteman dan juga Selfhi sering main ke tempat kontrakan Sarah ya karena kan tidak saling curiga bahwa ada penggunaan KTP, itu KTP milik Sarah, hanya Sarah tahu bahwa si Selfhi ini akan berangkat ke Pontianak,” tutur Richard saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (12/1).

Diketahuinya ada nama Sarah dalam manifest Sriwijaya Air SJ 182 itu bermula saat Richard mendapatkan daftar nama penumpang dari sebuah grup WhatsApp.

Daftar itu kemudian dia bagikan ke grup WhatsApp keluarga besar NTT. Dalam grup tersebut, seorang anggota pun menyatakan ada nama anggota keluarganya di daftar tersebut, yakni Sarah

Richard lantas meminta pihak keluarga itu untuk mencoba menghubungi Sarah. Hasilnya, diketahui bahwa Sarah sedang berada di kos.

Singkat cerita, akhirnya Richard dan Sarah bersepakat untuk bertemu di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, mereka sekaligus hendak mengklarifikasi informasi ke pihak Sriwijaya Air.

“Kami lapor ke posko Sriwijaya pada malam itu tanggal 9 bahwa yang namanya Sarah orangnya ini, KTPnya ini aslinya, kok bisa masuk ke dalam situ [pesawat], kecuali kalau KTPnya dibawa untuk check in dan bawa terbang, lain cerita,” ujar Richard.

Sarah sendiri, menurut Richard, telah memastikan tidak pernah melakukan check in dan tidak pernah tahu bahwa KTP-nya akan digunakan orang lain untuk keperluan administrasi perjalanan penerbangan.

Richard menduga KTP milik Sarah sempat difoto atau difotocopy oleh Selfhi kemudian digunakan untuk melakukan perjalanan.

“Nah itu [Selfhi] berangkat dengan pacarnya, calon suaminya, katanya, menurut cerita, nah calon suaminya ini belakangan setelah kita klarifikasi, nama Sarah, muncul juga nama yang lain yang sebenarnya dia tidak pernah terbang yaitu calon suaminya si Selfhi Ndaro ini,” ungkap Richard.

Berkaitan dengan peristiwa tersebut, lanjut Richard, pihak Sriwijaya Air diminta untuk bertanggung jawab. Sebab, telah meloloskan penumpang yang kedapatan tidak membawa identitas asli.

Padahal menurut Richard, berdasarkan aturan, setiap penumpang mesti menggunakan identitas asli saat melakukan proses check in penerbangan.

Diungkapkan Richard, pihak Sriwijaya sempat berdalih bahwa saat ini semua penumpang memakai masker di tengah pandemi Covid-19. Sehingga tak bisa mencocokan secara pasti wajah penumpang dengan foto pada kartu identitas.

Tapi Richard menilai proses kroscek identitas mestinya tetap tertib dilakukan.

“Saya tidak mempermasalahkan wajahnya, saya mempermasalahkan identitas yang dipakai itu apa sehingga Sriwijaya meloloskan penumpang yang tidak membawa identitas asli,” kata dia.

Lebih lanjut, Richard menuturkan pihak Sriwijaya telah menerima laporan dan klarifikasi yang dia dan kliennya buat.

Richard pun berharap Sriwijaya bisa melakukan investigasi atas peristiwa ini. Menurut dia, investigasi bisa dilakukan dengan mengecek rekaman CCTV dan meminta keterangan dari petugas bandara yang saat itu bertugas.

“Bahwa maskapai penerbangan bertanggung jawab terhadap setiap identitas yang dipakai oleh setiap penumpang,” kata Richard.

Sebelumnya, Mabes Polri juga bakal menyelidiki dugaan penumpang Sriwijaya Air SJ 182 menggunakan KTP milik orang lain alias identitas palsu.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan Polda NTT juga nanti akan menanyakan kepada Disdukcapil apakah benar ada informasi atau laporan tentang penumpang pesawat Sriwijaya menggunakan KTP yang bukan miliknya,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Senin (11/1). (***)

 

 

Tokoh

Tiga Personel Polres Pematangsiantar Raih Prestasi di Pekan Olahraga dan Rohani Polda Sumut 2026, Terima Penghargaan dari Kapolda

5 Juli 2026 | 21:22 WIB
Peristiwa

Heboh Dugaan Perusakan Makam di Gunung Malela, Polisi Turun Tangan Redam Konflik Keluarga

5 Juli 2026 | 20:14 WIB
Peristiwa

Terungkap! Nenek Hermin yang Hilang Sejak 27 Juni Ditemukan Meninggal di Parit Gajah

5 Juli 2026 | 16:49 WIB
Peristiwa

Wali Kota Wesly Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Perkuat Sinergi Bangun Bangsa

4 Juli 2026 | 21:45 WIB
Peristiwa

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Serukan Kolaborasi Bangun Bangsa dan Perkuat Karakter Generasi

4 Juli 2026 | 20:07 WIB
Peristiwa

Sekda dan Ketua DPRD Tebing Tinggi Resmikan Paviliun Daerah di PRSU 2026

4 Juli 2026 | 15:27 WIB
Peristiwa

Bus Sinar Raya Limpit Terbalik di Haranggaol, Enam Penumpang Selamat

4 Juli 2026 | 10:23 WIB
Peristiwa

Jelang Muscab II, DPC PJS Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Pemko

3 Juli 2026 | 22:49 WIB
Peristiwa

Jelang Muscab II, DPC PJS Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Pemko

3 Juli 2026 | 22:06 WIB
Peristiwa

Dukung Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026

3 Juli 2026 | 21:36 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto