• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Meningkat Tajam

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
16 Oktober 2019 | 18:10 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi, Muhamad Karim menilai selama pemerintahan Jokowi-JK, kinerja pembangunan sektor pertanian memiliki indikator nyata yang bisa dinilai langsung masyarakat.

Melansir data The Economist Intelligence Unit (EIU), capaian Indeks ketahanan pangan Indonesia menuai hasil yang luar biasa. Pada tahun 2018 indeks ketahanan pangan Indonesia naik menjadi 54,8.

Angka ini menjadikan peringkat ketahanan pangan Indonesia naik cukup signifikan dari 72 pada 2014 menjadi 65 di 2018 dari total 113 negara.

“Inilah capaian tertinggi indeks ketahanan pangan Indonesia dalam sejarah pembangunan pertanian. Selama pemerintahan Jokowi-JK, total skor ketahanan pangan Indonesia di semua aspek berada di angka 47,7 pada 2014 dan meningkat secara konstan menjadi 54,8 pada 2018,” ungkap Karim di Jakarta, Rabu 16 Otober 2019.

Penilaian indeks ketahanan pangan terdiri dari empat aspek. Pertama, affordability terkait dengan cara memotong rantai pasok yang panjang. Kedua, availability yaitu, terjaganya penawaran. Lalu ketiga, quality and safety terkait kualitas dan keamanan standar nutrisi dan pengawasan impor dan keempat natural resources and resilience terkait dengan lahan dan produksi pangan.

Ketahanan pangan Indonesia dari aspek keterjangkauan memperoleh skor 55,2 berada di peringkat 63 dari 113 negara. Kemudian skor dari aspek ketersediaan 58,2 di peringkat 58, dari aspek kualitas dan keamanan memperoleh skor 44,5 di peringkat 84 serta dari faktor sumber daya alam memperoleh skor 43,9 menempati peringkat 111.

“Capaian indeks ketahanan pangan tersebut merupakan prestasi bagi para pelaku pembangunan pertanian. Pemerintah pun turut mensyukuri prestasi ini. Apalagi pembangunan pertanian memiliki banyak tantangan,” tegas Karim.

Menurut alumini IPB ini, Indonesia memiliki kekuatan lahan yang luas dan subur, serta letak geografis yang menguntungkan sehingga sebagai wilayah tropis, anek jenis tanaman dapat tumbuh subur menjadi kekuatan dari Indonesia. Tapi di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan peningkatan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 2,5 juta setiap tahunnya.

“Artinya, ke depanya dibutuhkan strategi khusus untuk bisa meningkatkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Karim pun mengapresiasi bahwa peningkatan ketahanan pangan juga turut berpengaruh terhadap kesejahteraan petani. Selama 5 tahun ini terlihat kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Bahkan NTP bulan September 2019 tercatat 103,88, padahal Mei 2015 hanya 100,02.

“NTP dan NTUP umumnya digunakan sebagai indikator untuk melihat membaiknya daya beli atau kesejahteraan petani.  Peningkatan dua item tersebut menandakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, daya beli dan kesejahteraan petani terus membaik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pangan, seperti pengembangan lahan suboptimal, pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk petani, serta program upaya khusus (Upsus) Padi, Jagung, dan Kedelai.

Menurut Ketut, kerja keras yang dibangun selama ini pun telah berhasil meningkatkan produksi pangan dalam negeri yang berdampak langsung pada menurunnya inflasi secara drastis. Penurunan ini bisa dilihat melalui data 2014, tercatat 10,57 persen.  Tahun 2017 angkanya turun fantastis menjadi 1,26 persen dan menjadi inflasi terendah dalam sejarah Indonesia.

“Pada bulan September tahun ini Indonesia bahkan mengalami deflasi bahan makanan sebesar 1,97 persen dan pada bulan Agustus 2019 kelompok pangan mengalami deflasi 0,19 persen. Ini membuktikan bahwa pasokan atau produksi pangan dalam negeri membaik, “katanya.

Selain berhasil meningkatkan ketahanan pangan, Kariyasa memaparkan kebijakan pangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga diikuti dengan peningkatan volume dan nilai ekspor yang cukup drastis selama kurun waktu tahun 2014-2018.

Tercatat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2013, ekspor produk pertanian Indonesia masih sekitar 33,5 juta ton. Lalu pada tahun 2014 dan 2016 meningkat menjadi 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton. Pada tahun 2017 dan 2018 kembali meningkat menjadi 41,3 juta ton dan 42,5 juta ton.

“Kalau dibandingkan tahun 2013, jumlah ekspor produk pertanian tahun 2018 meningkat  lebih dari 9 juta ton atau 26,9%.  Dan yang cukup menarik untuk diperhatikan bahwa selama periode 2014-2018, total volume ekspor pertanian mencapai 195,7 juta ton, sehingga ada akumulasi tambahan volume ekspor selama periode tersebut sekitar 28,3 juta ton,” jelasnya.

Nilai ekspor pertanian produk pertanian juga terus meningkat.  Pada tahun 2013, nilai ekspor produk pertanian Indonesia sebesar Rp320,9 triliun.

Sementara pada tahun 2014 dan 2016 meningkat  menjadi Rp368,4 triliun dan Rp375,5 triliun.  Nilai ekspor produk pertanian berlanjut meningkat pada tahun 2017 dan 2018 menjadi Rp 442,3 Triliun dan Rp 415,9 Triliun.  Selama 2014-2018, total nilai ekspor produk pertanian Indonesia mencapai Rp1.957,5 Tirliun.

Dengan demikian, Ketut menegaskan akumulasi tambahan nilai ekspor pertanian yang dihasilkan selama 2014-2018 terhadap tahun 2013 mencapai Rp 352,58 Triliun. Akumulasi tambahan ini lebih besar (109,8 persen) dari  nilai ekspor tahun 2013 yang hanya sebesar Rp320,9 triliun.

“Beberapa kebijakan dan program terobosan juga dilakukan Kementan dalam memacu ekspor produk pertanian, seperti kebijakan mempermudah proses eskpor, perbaikan sistem layanan karantina, membangun kawasan pertanian berbasis keunggulan komparatif dan budaya, peningkatan efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi pertanian, serta melakukan diplomasi untuk memperluas jenis komoditas dan tujuan pasar ekspor ke negara-negara baru,” tegasnya. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber