• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Ini Kontribusi Kementan Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Mengurangi Penduduk Miskin dan Menjaga Inflasi Rendah

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
17 Januari 2019 | 23:13 WIB
Rubrik: Ekbis

SimadaNews.com-Indikator ekonomi strategis terkini terkait kesejahteraan petani, ketimpangan pendapatan, jumlah penduduk miskin dan tingkat inflasi selama Maret -Desember 2018 menunjukkan kinerja yang baik.

Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program secara baik terutama untuk sektor pertanian.

Persentase jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2018 tinggal 9,66 persen (25,67 juta orang) dan mengalami penurunan sebesar 0,16 persen poin terhadap Maret 2018 (9,82 persen), dan 0,46 persen poin terhadap September 2017 (10,12 persen).

Secara detail, selama Maret 2018 sampai September 2018 jumlah penduduk miskin di perkotaan turun sebesar 0,13 persen poin, dari 7,02 persen menjadi 6,89 persen.

Pada waktu yang sama jumlah penduduk di perdesaan juga menurun sebesar 0,10 persen poin, dari 13,20 persen menjadi 13,10 persen.

“Sektor pertanian merupakan penopang utama mata pencaharian penduduk pedesaan. Data tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan pemerintah cukup efektif meningkatkan kesejahteraan,” terang Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Pertanian Ketut Kariyasa menanggapi data terbaru BPS yang baru duluncurkan.

Senada dengan BPS, menurut Ketut, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah penduduk miskin khususnya di perdesaan menurun. Pertama, upah riil buruh tani per hari naik.

Pada bulan September 2018, upah riil buruh tani naik sebesar 1,6 persen terhadap Maret 2018 sehingga menyebabkan daya beli buruh tani terhadap kebutuhan dasar membaik.

Kedua, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencerminkan daya beli atau kesejahteraan petani juga terus membaik.

Pada September 2018, NTUP naik sebesar 0,41 persen dibanding Maret 2018, dari 111,58 menjadi 112,05. NTP juga naik sebesar 1,21 persen dibanding Maret 2018, dari 101,94 menjadi 103,17.

Ketiga, harga eceran beberapa komoditas pokok secara nasional mengalami penurunan selama periode Maret 2018–September 2018, seperti harga beras turun sebesar 3,28 persen, daging sapi turun 0,74 persen, minyak goreng turun 0,92 persen dan gula pasir turun 1,48 persen.

“Keempat, inflasi umum juga cukup rendah, yaitu selama periode Maret 2018–September 2019 hanya 0,94 persen, sehinga daya beli riil masyarakat secara umum meningkat karena kenaikan pendapatan nominal tidak banyak tergerus oleh inflasi. Harga kebutuhan pokok menyebabkan inflasi bahan pangan juga rendah,” terang Ketut.

Selain jumlah penduduk miskin menurun dan kesejahteraan penduduk membaik, pada saat yang sama juga terjadi penurunan ketimpangan pendapatan masyarakat baik di perkotaan dan perdesaan, yang ditandai oleh menurunnya indek gini rasio.

Selama Maret-September, indek gini rasio di perdesaan turun dari 0,324 menjadi 0,319. Pada saat yang sama di perkotaan juga turun dari 0,401 menjadi 0,391.

“Namun demikian, yang menarik bahwa dari indek gini rasio ini terlihat ketimpangan pendapatan di perdesaan lebih rendah dari perkotaan,” ujar Ketut

Sejak awal, menurut Ketut, sejumlah program yang dirancang Kementerian Pertanian seperti upaya khusus (UPSUS) peningaktan produksi padi, jagung, hortikultura serta program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) memang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, selain meningkatkan peningkatan produksi dan suplai.

Program pembenahan rantai pasok dan distribusi pangan dilakukan Kementan juga di satu sisi menyebabkan harga jual produk yang diterima petani terus membaik, disisi lain konsumen dapat membeli pangan pada tingkat harga yang terjangkau.

Selain melalui peningkatan produksi dan pembenahan rantai pasok dan distribusi pangan, untuk mempercepat berkurangnya jumlah penduduk miskin di perdesaan, Kementerian Pertanian membuat program terobosan yaitu Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) Berbasis Pertanian.

“Dengan paket bantuan 50 ekor ayam per RTM dan bantuan tanaman sayuran-sayuran yang ditanam di lahan pekarangan, serta beberapa jenis tanaman tahunan dalam waktu 6 bulan atau kurang dari satu tahun RTM sudah mampu memberikan pendapatan sekitar Rp 2,3 juta/RTM/bln atau Rp 550 ribu/kap/bln, dan besaran ini sudah di atas batas garis kemiskinan,” beber Ketut. (rel/snc)

Peristiwa

Penjual Mie Goreng di Pematangsiantar Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Rumah

4 Juni 2026 | 11:24 WIB
Peristiwa

Rismaida br Siahaan Ditemukan Meninggal di Kedainya! Ternyata Dirampok, Pelaku Ditangkap saat Sembunyi di Hotel Nadia Siantar

4 Juni 2026 | 10:08 WIB
Peristiwa

Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

4 Juni 2026 | 09:47 WIB
Peristiwa

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika dan Amankan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Peristiwa

Kurir 1 Kilogram Sabu di Pematangsiantar Ternyata Residivis Empat Kali, Pernah Terlibat Pembakaran hingga Narkoba

3 Juni 2026 | 20:24 WIB
Peristiwa

Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Gondol Emas Antam Bernilai Rp160 Juta dari Toko Emas di Pasar Horas Siantar

3 Juni 2026 | 17:33 WIB
Peristiwa

Operasi Antik Toba 2026, Polres Simalungun Ungkap 32 Kasus Narkoba dan Amankan 53 Tersangka

3 Juni 2026 | 14:36 WIB
Ekbis

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ariston Tua Tekankan Pentingnya Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

3 Juni 2026 | 10:27 WIB
Peristiwa

Pergi Ibadah, Guru SD Kehilangan Cincin Berlian dan Jam Tangan Rp7 Juta, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

3 Juni 2026 | 07:59 WIB
Peristiwa

Dugaan Kejanggalan SIP Perawat di RS Laras, Ketua PPNI Simalungun Angkat Bicara

2 Juni 2026 | 22:21 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber