• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

Kapolda Metro Jaya Penuhi Panggilan Komnas HAM Terkait Tewasnya Laskar FPI

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
15 Desember 2020 | 13:35 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com – Kapolda Metro Jaya Fadil Imran memenuhi panggilan Komnas HAM pada Senin (14/12) siang terkait kasus tewasnya enam anggota FPI karena ditembak polisi. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan Fadil kooperatif terhadap penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM dalam kasus ini. Namun, kata dia, Komnas HAM masih akan meminta keterangan dari Kapolda untuk mendalami kasus ini.

“Polda Metro Jaya terbuka dan punya komitmen apapun yang dibutuhkan Komnas HAM terkait dengan informasi data, barang bukti yang ingin kami dapatkan. Nanti akan diberikan akses seluas-luasnya,” jelas Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan di Jakarta.

Taufan Damanik menambahkan lembaganya juga akan mempelajari keterangan dari FPI dan saksi-saksi di lapangan terkait kasus ini. Menurutnya, Komnas HAM belum dapat menyimpulkan fakta peristiwa dalam kasus ini. Karena itu, ia meminta masyarakat dan media tidak juga menyimpulkan kasus ini.

“Kita tidak ada deadline, tapi kita akan berusaha secepatnya dan sekeras-kerasnya walaupun kita sibuk,” tambah Taufan.

Sementara Kapolda Metro Jaya Fadil Imran mengatakan akan terbuka dan mendukung investigasi yang dilakukan Komnas HAM. Menurutnya, pihaknya juga berkepentingan agar kasus ini menjadi jelas di mata publik.

“Kami akan memberikan fakta yang berbasis scientific crime investigation (penyidikan berbasis ilmiah). Kami tidak mau membangun narasi,” jelas Fadil Imran di kantor Komnas HAM di Jakarta, Senin (14/12).

Fadil mengatakan dirinya taat terhadap hukum karena itu datang memenuhi panggilan Komnas HAM. Kasus penembakan ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan polisi terkait rencana pengerahan pendukung Rizieq yang akan diperiksa soal kasus pelanggaran protokol kesehatan. Polisi kemudian menurunkan tim untuk menyelidiki informasi tersebut hingga terjadi peristiwa penembakan tersebut.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Mabes Polri karena lokasi kejadian berada di wilayah kepolisian Jawa Barat. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Ahmad Ramadhan mengatakan polisi masih memburu empat orang lainnya yang diduga ikut menghalangi mobil polisi saat kejadian.

“Terkait dengan peranan keempat orang tersebut pada saat kejadian berada di dalam sebuah mobil Avanza yang saat kejadian ikut menghalangi mobil petugas. bahkan menabrak mobil petugas,” jelas Ahmad Ramadhan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (14/12).

Menurut Ahmad, polisi telah melakukan rekonstruksi ulang terkait penyerangan yang dilakukan anggota FPI pada Senin (14/12) dini hari tadi. Kata dia, rekonstruksi tersebut berdasarkan 28 saksi yang diperiksa penyidik polisi. Ahmad menjelaskan rekonstruksi yang tidak menghadirkan dari pihak FPI tersebut merupakan kewenangan penyidik.

Berdasarkan keterangan Ahmad, enam anggota FPI yang tewas tersebut tidak di satu tempat. Empat orang meninggal ditembak di mobil petugas karena berusaha merebut senjata petugas. Sedangkan dua anggota FPI lainnya, mengutip Antara, tewas saat baku tembak dengan polisi sebelum masuk pintu Tol Jakarta-Cikampek.

Terkait rekonstruksi ini, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengimbau polisi untuk menghentikan rekayasa terhadap kematian enam anggota FPI. Ia menyebut tidak ingin para korban mengalami kekerasan berulang.

“Mulai dari kekerasan fisik dengan terbunuhnya mereka, berlanjut dengan kekerasan verbal berupa fitnah yang memposisikanmereka seolah pelaku dan berlanjut lagi dengan kekerasan struktural yaitu berupa berbagai upaya rekayasa terhadap kasus mereka,” jelas Munarman kepada VOA, Senin (15/12) malam.

Sedangkan Kuasa hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan sedang mempertimbangkan sejumlah langkah hukum, termasuk menempuh praperadilan dan mengajukan permohonan penangguhan penahanan Rizieq Shihab. (***)

 

Peristiwa

Terungkap! Nenek Hermin yang Hilang Sejak 27 Juni Ditemukan Meninggal di Parit Gajah

5 Juli 2026 | 16:49 WIB
Peristiwa

Wali Kota Wesly Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Perkuat Sinergi Bangun Bangsa

4 Juli 2026 | 21:45 WIB
Peristiwa

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Serukan Kolaborasi Bangun Bangsa dan Perkuat Karakter Generasi

4 Juli 2026 | 20:07 WIB
Peristiwa

Sekda dan Ketua DPRD Tebing Tinggi Resmikan Paviliun Daerah di PRSU 2026

4 Juli 2026 | 15:27 WIB
Peristiwa

Bus Sinar Raya Limpit Terbalik di Haranggaol, Enam Penumpang Selamat

4 Juli 2026 | 10:23 WIB
Peristiwa

Jelang Muscab II, DPC PJS Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Pemko

3 Juli 2026 | 22:49 WIB
Peristiwa

Jelang Muscab II, DPC PJS Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Pemko

3 Juli 2026 | 22:06 WIB
Peristiwa

Dukung Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026

3 Juli 2026 | 21:36 WIB
Peristiwa

Ketua TP PKK Simalungun Hadiri Women Program APKASI 2026, Tegaskan Perempuan Jadi Kunci Peningkatan Daya Saing Daerah

3 Juli 2026 | 16:24 WIB
Peristiwa

Nenek 78 Tahun Hilang Usai Hadiri Pesta, Polisi Kerahkan Personel dan Minta Bantuan Warga

3 Juli 2026 | 12:17 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto