• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Mantap…Indonesia Genjot Ekspor Pisang ke Jepang

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
4 Agustus 2019 | 17:49 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Siapa yang menyangka pisang ternyata salah satu buah favorit warga Jepang. Berdasarkan data tahun 2017,  volume konsumsi pisang di Jepang sebesar 18,5 kilogram per rumah tangga yang beranggotakan dua orang atau Iebih.

Capain ini tertinggi dibanding buah-buah lainnya. Angka yang dicatat untuk volume konsumsi pisang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan apel (12,2 kilogram per rumah tangga) dan jeruk citrus (10,1 kilogram per rumah tangga).

Tingginya permintaan warga Jepang akan buah pisang ini, ditangkap pemerintah Indonesia sebagai peluang emas. Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini berupaya melakukan akselerasi ekspor pisang ke negara  sakura tersebut.

Atase Pertanian KBRI Tokyo, Sri Nuryanti, menyebutkan pada tahun lalu Indonesia  berhasil menduduki peringkat ke-10 sebagai eksportir pisang ke Jepang, dengan nilai ekspor sebesar US$ 1,67 Juta. Padahal pisang asal Indonesia baru mulai  menembus pangsa pasar Jepang pada tahun 2015.

“Baru pada tahun tersebut, Indonesia dapat memanfaatkan kuota pisang sebanyak seribu ton per tahun dengan tarif nol persen. Ekspor ini merupakan yang perdana sejak penandatanganan Indonesia-Jepang dalam Economic Partnership Agreement (IJEPA) pada 2008,” ujar Sri.

Masuknya pisang Indonesia ke Jepang, merupakan pencapaian penting karena pasar produk pertanian negara tersebut terkenal sangat ketat. Jepang menerapkan standar mutu dan kesehatan yang sangat tinggi untuk impor produk pertanian.

Dalam dua tahun terakhir, negara-negara Asia Tenggara memang menunjukkan taringnya dalam pemasaran pisang di Jepang. Bahkan Filipina saat ini menjadi penguasa pasar pisang di Jepang.

Setidaknya 80 persen pasar di Jepang dikuasai oleh Filipina, menyalip negara-negara Amerika Latin, antara lain Ekuador dan Meksiko yang sebelumnya merupakan ekspotir terbesar pisang di dunia.

“Negara-negara Asia Tenggara memiliki peluang karena secara geografis posisinya lebih dekat dibandingkan negara pengekspor pisang lainnya, terutama negara- negara Amerika Latin,” ungkap Sri, dalam keterangan pers, Minggu (4/8).

Ke depannya, Indonesia diyakini Sri memiliki potensi besar untuk memperbesar volume ekspor pisang ke Jepang. Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengajukan penambahan kuota ekspor pisang ke Jepang dari 1.000 ton menjadi 10.000 ton per tahunnya. Jika negosiasi berhasil, besar peluang Indonesia bisa melesat menjadi kelompok negara ekportir pisang terbesar di Jepang.

Untuk meningkatkan ekspor pisang Indonesia ke Jepang, Atase Pertanian beserta jajaran KBRI Tokyo turut memfasilitasi kerjasama pemerintah daerah (pemda) dengan pemerintah Jepang.

Pada 31 Juli 2019 kemarin misalnya, pemda Sumatera Utara berkunjung ke KBRI Tokyo. Selain membahas sejumlah kerja sama dengan pemerintah Jepang, kedatangan pemda Sumatera Utara juga untuk mencari peluang ekspor pisang barangan asal Sumatera Utara.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) Khairul Mahalli saat turut serta dalam kunjungan delegasi Sumatera Utara Ketua Umum Kadinsu menyampaikan bahwa pisang terutama jenis  barangan, berpotensi untuk diekspor ke luar negeri termasuk ke Jepang.

“Saya berharap produk pisang barangan dari Sumut dapat kita ekspor ke Jepang,” katanya.

Mahalli menjelaskan, saat ini mekanisme ekspor seringkali terkendala dari segi logistik yang menyebabkan harga produk menjadi melambung tinggi dan sulit bersaing dengan produk dari negara lain yang harganya jauh lebih terjangkau. Dengan adanya koordinasi dengan Atase Pertanian KBRI Tokyo, diharapkan permasalahan yang dihadapi bisa teratasi. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba asal Simalungun Ditangkap di Siantar, Simpan Ganja 88 Gram

12 Juni 2026 | 15:18 WIB
Peristiwa

Polres Simalungun Gelar Nobar Gratis Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Siapkan Kopi dan Camilan untuk Masyarakat

11 Juni 2026 | 22:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber