• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/

slot gacor

Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeTokoh

Membangun Desa Artinya Membangun Indonesia

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
11 April 2019 | 00:04 WIB
Rubrik: Tokoh
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Presiden Joko Widodo  menyampaikan bahwa desa itu selalu berada dalam pikiran dan hatinya.

“Bukan karena saya berasal dari desa, bukan itu saja, tetapi menurut saya, membangun desa artinya membangun Indonesia,” ujar Presiden saat menghadiri acara Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa se-Indonesia di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (10/4) sore.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 74.900 desa.

“Sebuah jumlah yang tidak sedikit. Dan Bapak/Ibu sekalian adalah presidennya desa. Ya desa ini seperti republik kecil, seperti negara kecil. Jadi Bapak/Ibu semuanya adalah seperti presiden tapi di desa,” ujarnya.

Seorang kepala desa, menurut Presiden, mengurusi semua hal seperti kelahiran anak, warga meninggal, dan jam kerjanya 24 jam.

“Jadi kalau pemerintah sejak 2015 kemarin mengucurkan dana desa Rp20 triliun, 2016 Rp47 triliun, 2017 Rp60 triliun, 2018 Rp60 triliun. Dan tahun 2019 Rp70 trilun itu sudah betul dan memang wajib,” jelas Presiden seraya memastikan ke depan akan naik terus anggaran dana desa.

Penggunaan dana desa, menurut Presiden, harus betul-betul diarahkan tepat sasaran.

“Kalau di desa itu misalnya infrastrukturnya jelek ya bangun infrastruktur jalan, jembatan. Hal yang kecil-kecil itu bisa menyusahkan warga kita,” tuturnya.

Saat kunjungan, Presiden mengaku sangat memperhatikan jalan maupun jembatan kecil di desa yang meskipun kelihatan sepele, tapi itu vital dan sangat penting bagi mobilitas orang, barang, dan logistik yang ada di situ.

Menurut Presiden, kunci kemajuan desa itu ada dua, pertama, kepemimpinan yang menguasai tata kelola pemerintahan maju dan inovatif.

“Yang kedua, betul-betul kita perhatikan masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, kualitas SDM,” tutur Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Angkat Produk Lokal Desa

Ke depan, menurut Presiden, kalau dalam 4 tahun kemarin konsentrasi kepada infrastruktur desa, selanjutnya mulai sedikit digeser ke hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi dan inovasi.

“Kalau ada produk-produk di desa, produk-produk lokal yang memiliki keunggulan, nah di situlah mulai diberikan suntikan agar menjadi sebuah produk yang memiliki kualitas, memiliki daya saing sehingga bisa dijual masuk ke kota masuk, ke tingkat nasional,” ujar Presiden.

Cara untuk menjualnya, sambung Presiden, dorong agar packaging-nya, kemasannya baik, diberi label yang baik, diberi merek yang baik, ada brand yang baik, angkat menjadi produk nasional lewat online, dengan marketplace.

Kalau sudah dikenalkan ke tingkat nasional dan membawa global marketplace, menurut Presiden, itu mudah sekali.

“Yang paling penting mengangkat dulu dari desa, masuk ke marketplace tingkat nasional, kemudian akan dibawa lagi ditarik ke global marketplace. Ini yang ke depan itu mulai dipikirkan ke arah itu,” ujar Kepala Negara.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa produk di desa banyak sekali dan memiliki keunggulan, tetapi belum bisa diangkat karena urusan kecil-kecil tadi.

“Kemasannya kurang baik, mereknya belum diberi label nama yang baik, desain kemasan yang masih belum baik. Hal-hal kecil seperti itu, bukan barangnya,” jelas Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Desa PDTT Eko Sandjojo. (rel/snc)

Peristiwa

Rapat Sinode Kerja ke-48 Gereja Pentakosta Resmi Dibuka, Pemko Pematangsiantar Harapkan Perkuat Pelayanan dan Sinergi

12 Juli 2026 | 19:26 WIB
Peristiwa

Sambut 1 Muharram 1448 H, PTPN IV Regional II Kebun Dolok Ilir Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

12 Juli 2026 | 09:48 WIB
Ekbis

Panen Raya Cabai Lokal Siboras, Bupati Simalungun Dorong Komoditas Unggulan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

11 Juli 2026 | 21:18 WIB
Peristiwa

Wesly Silalahi Terima Tim SETARA Institute, Pematangsiantar Perkuat Komitmen Jadi Kota Toleran

11 Juli 2026 | 20:40 WIB
Ekbis

Pemkab Samosir Dukung Investasi Internasional untuk Percepat Pengembangan TSTH2 di Kawasan Danau Toba

11 Juli 2026 | 10:37 WIB
Peristiwa

Pastikan Tepat Sasaran, Wali Kota Tebing Tinggi Tinjau Penyaluran Bantuan Beras untuk 10.000 KPM

11 Juli 2026 | 08:57 WIB
Pesona

Wesly Silalahi Promosikan Seni, Budaya, dan Kuliner Pematangsiantar di PRSU 2026

10 Juli 2026 | 20:52 WIB
Peristiwa

Setelah Rusak Diterjang Banjir, Bendungan DI Bahilang akan Segera Dibangun

10 Juli 2026 | 11:50 WIB
Peristiwa

DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Ariston Sidauruk Dorong Sinergi Percepat Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

9 Juli 2026 | 20:36 WIB
Peristiwa

Wesly Silalahi Salurkan Bantuan Rehabilitasi Sosial untuk 1.456 KPM

9 Juli 2026 | 19:52 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

slot gacor

slot gacor