Bantuan Komoditas Hortikultura
Direktur Sayuran dan tanaman obat Prihasto berharap melalui gerakan petani milenial ini, masalah pengangguran dapat teratasi dengan terbukanya lapangan pekerjaan di sektor pertanian melalui penumbuhan wirausahawan muda pertanian.
Untuk komoditas hortikultura, diberikan bantuan benih cabai seluas 40 hektar yang tersebar di daerah Pangandaran, Garut, Ciamis, Kota Banjar dan Tasikmalaya.
“Bantuan cabai 40 hektare ini untuk daerah Jawa Barat guna pengembangan lahan usaha yang ada di pesantren. Diberikan pendampingan penggunaan alsintan dan pelatihan. Hal ini akan berlanjut ke pengembangan kawasan. Jika ada usulan, Ditjen Hortikultura siap memfasilitasi pengajuan proposal yang didukung oleh dinas pertanian setempat,” terangnya.
Kemudian, Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menambahkan selain itu, Kementan pun memberikan bantuan benih manggis 2.500 batang setara yang dengan 25 hektare untuk Pangandaran dan Tasikmalaya. Bantuan benih manggis seluas 25 hektare ini untuk meningkatkan kesejahteraan santri tani jangka panjang.
“Ke depan, usaha agribisnis modern yang dilakukan oleh petani milenial, khususnya santri tani milenial dapat mendongkrak produksi pertanian di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten-kabupaten lain di sekitarnya yang memiliki kondisi agroekosistem serupa,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Alam mengapresiasi langkah nyata pemerintah pusat melalui Kementan. Menurut pria yang pernah menjabat Bupati Tasik ini, Menteri Amran berpihak dan peduli kepada santri karena sejarah membuktikan santri ikut andil berjuang dalam kemerdekaan.
“Terima kasih kepada pemerintah yang diwakili oleh Mentan Amran, hari ini adalah momentum, kami bangga dengan bantuan yang diberikan, semoga santri semakin maju dan terdepan,” ungkap Uu.
Ketua Harian PBNU Iqbal Sullam menyemangati 15.000 santri yang hadir. Ia meminta santri agar semangat manfaatkan kesuburan tanah, pelihara dan lanjutkan jihad pertanian. “Emban amanat dengan baik serta pelihara lingkungan hidup dengan pertanian,” ujarnya.
Perlu diektahui, pada kegiatan ini pun dilakukan penandatangan MOU Badan Litbang Kementan dengan Robitah Ma’ahid Islamiyah NU dalam rangka penumbuhan dan penguatan tani milenial.
Gerakan Petani Milenial ini dibagi dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Petani yang tergolong ke dalam usia milenial yaitu, 19 hingga 39 tahun atau petani yang tidak berada dalam range umur tersebut tetapi berjiwa milenial, tanggap teknologi digital, tanggap alsintan dan mempunyai lahan. (rel/snc)

