• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

PANCASILA DOKTRIN MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN NKRI

Hermanto Hamonangan Sipayung

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
25 September 2018 | 00:32 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

INDONESIA  dibangun  atau  didirikan  oleh  keringat  para  pejuang  yang  berasal  dari  berbagai latar belakang, agama, suku yang berbeda beda. Oleh karena itu, pendiri bangsa ini sadar bahwa Indonesia dibangun oleh keberagaman.

Karena  keberagaman  itu.  Rumusan  dasar  negara  dibuat  berdasarkan  kemajemukan, meskipun  terjadi  perdebatan  yang  panjang  antara  pendiri  negara  ini  waktu  itu.  Namun atas  upaya  mempersatukan  dan  memperkokoh  Negara  Kesatuan  Republik  Indonesia (NKRI),  maka  para  pendiri  bangsa  waktu  itu  sepakat  merumuskan  dasar  dan  ideologi negara yakni Pancasila yang terdiri dari lima sila. Kelima sila itu yakni:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang  dipimpin  oleh  hikmat  kebijaksanaan  dalam  permusayawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima Sila itu, mengakomodir bahwa Indonesia memiliki ragam suku, agama dan ras. Tetapi  tidak  bisa  dipecah  belah,  namun  tetap  bersatu.  Bahkan  pada  lambang  negara dituliskan  semboyan  “Bhineka  Tunggal  Ika”  yang  memiliki  arti  “Berbeda-beda  Tetapi Tetap Satu”.

Namun,  pasca  reformasi  bahkan  sejak  bergulirnya  Pemilihan  Langsung.  Pancasila sebagai dasar negara  hampir  tidak lagi memiliki arti sakral dalam kehidupan berbangsa. Banyak konflik konflik horizontal yang terjadi, seakan memecah belah negara ini.

Perbedaan  yang  seharusnya  menjadikan  kita  kuat,  justru  digunakan  oknum  yang  tidak bertanggungjawab sebagai alat pemecah belah bangsa Indonesia. Banyak  merasa,  negeri  ini  ialah  milik  golongan  tertentu,  sehingga  seringkali  terjadi intimidasi  oleh  golongan  tertentu  kepada  golongan  lain.  Bahkan  banyak  orang  yang berusaha mengganti pancasila sebagai dasar negara dengan ideologi lain.

Melihat  kondisi  itu  semakin  akut,  dan  semakin  gencarnya  gerakan  kelompok  tertentu yang menginginkan  ideologi  negara  pancasila  dirubah.  Pemerintah  Indonesia,  melalui Presiden Joko Widodo, mememinta saran kepada lembaga-lembaga negara dan kelompokmasyarakat, dalam upaya antisipasi gerakan radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

Dan atas saran berbagai kelompok masyarakat yang konsen melakukan gerakan-gerakan Kebajikan  Pancasila,  akhirnya  Presiden  Joko  Widodo  menandatangani  Peraturan Presiden No.54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Peraturan  presiden  itulah,  yang  menjadi  dasar  pembentukan  Unit  Kerja  Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila disingkat UKP BPIP.

UKP  BPIP  memiliki  tugas,  mensosialiasikan  nilai-nilai  Pancasila  dalam  kehidupan berbangsa  dan  bernegara.  Merumuskan  arah  kebijakan  pembinaan  ideologi  Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sankin pentingnya mempertahankan Ideologi Pancasila, Presiden Joko Widodo mencabut Peraturan  Presiden  No.54  Tahun  2017  dan  menggantinya  dengan  Peraturan  Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Artinya, kapasitas UKP BPIP ditingkatkan menjadi badan lembaga negara  dan namanya menjadi  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila disingkap BPIP.

Begitu konsennya pemerintah dalam mempertahankan  Ideologi Pancasila. Dan ideologi itu harus benar-benar tertanam di dalam nurani seluruh masyarakat Indonesia.  Sehingga dibutuhkan formula yang efektif supaya nilai-nilai Pancasila itu tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.

Cara  menumbuh  kembangkan  nilai-nilai  pancasila,  harus  dimulai  dengan  kesepahaman bahwa  nilai-nilai  pancasila  merupakan  doktrin  yang  harus  ditanamkan  pada  semua masyarakat Indonesia, baik di usia dini hingga dewasa.

Doktrin  dimaksud,  yakni  memberikan  pemahaman  secara  berkala  dan  berkelanjutan tentang  nilai-nilai  Pancasila.  Sebab,  doktrin  nilai-nilai  Pancasila,  dipandang  bersifat objektif  dan  universal  yang  dapat  mempersatukan  keberagaman,  agama,  suku  dan budaya, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)

Tulisan dilampirkan untuk memenuhi persayaratan mengikuti seleksi Tenaga Ahli di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba asal Simalungun Ditangkap di Siantar, Simpan Ganja 88 Gram

12 Juni 2026 | 15:18 WIB
Peristiwa

Polres Simalungun Gelar Nobar Gratis Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Siapkan Kopi dan Camilan untuk Masyarakat

11 Juni 2026 | 22:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber