• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang
Fawer Full Fander Sihite

Fawer Full Fander Sihite

Pembangunan dan Konflik

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
19 Juni 2019 | 18:05 WIB
Rubrik: Sudut Pandang

Dalam ekonomi Pembangunan, masalah politik dan kebudayaan serta keterkaitan dengan sistem perekonomian internasional masuk dalam pembahasannya. Juga pengertian pengefisiensian dan pengembangan sumber–sumber produktif yang langka ditegaskan sasarannya yakni untuk kepentingan rakyat miskin. Dengan demikian dalam ekonomi pembangunan yang terpenting bahkan yang utama yaitu distribusi yang merata dari hasil–hasil produksi menjadi sangat penting.

Pembangunan yang sebenarnya meliputi dua unsur pokok yaitu masalah materi yang mau dihasilkan dan di bagi serta masalah manusia yang menjadi pengambil inisiatif yang menjadi manusia pembangun. Pembicaraan tentang manusia disini lebih menekankan aspek keterampilan.

Dengan demikian, masalah manusia dilihat sebagai masalah teknis untuk peningkatan keterampilan. Yang kurang di persoalkan adalah bagaimana menciptakan kondisi lingkungan, baik lingkungan politik maupun lingkungan budaya yang bisa mendorong lahirnya manusia kreatif.

Hanya dengan menciptakan suasana aman dan sebagainya maka manusia dapat kreatif. Pembangunan pada akhirnya juga harus ditujukan pada pembangunan manusia. Manusia yang di bangun adalah mansia yang kreatif. Untuk dapat kraetif manusia tersebut harus merasa bahagia, aman, dan bebas dari rasa takut.

Johan Galtung melihat bahwa setiap krisis relasi sosial terdapat berbagai tingkatan sifat penyelesaian. Setiap tingkat sifat penyelesaian mempunyai resiko dan kendala-kendalanya yang berbeda. Galtung memilahnya menjadi tingkat penyelesaian yielding (mengalah), withdrawal (menarik diri), contending (menyerang) compromising (kompromi), dan problem solving (pemecahan masalah).

Tingkat penyelesaian pemecahan masalah berada pada tingkat tertinggi yang mana masing-masing pihak konflik melakukan pertukaran empati dan menciptakan kesepakatan yang prakteknya merupakan jawaban dari muatan kepentingan dari relasi krisis sosial.

Tingkat pemecahan masalah adalah kondisi ideal yang pada banyak kasus hanya sebagian saja yang bisa mencapainya. Pada konteks inilah Galtung mengaya ’transcend approach’ yang secara bahasa bisa ditertejemahkan sebagai pendekatan ’keluar dari keterbatasan’.

Konflik biasanya mudah dilihat di permukaan saja, seperti jumlah korban yang ditimbulkan atau cara kedua belah pihak berkonfrontasi secara langsung. Untuk itu dibutuhkan pemetaan untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat konflik serta hal yang melatarbelakanginya.

Selain pemetaan tersebut  konflik juga bisa di lihat melalui pendekatan teori bawang merah, segitiga konflik dan garis waktu yang menceritakan perkembangan eskalasi konflik.

Menurut Atman dan Taylor (teori komunikasi, 1994): Hubungan kita dengan orang lain ibarat mengupas bawang merah yang terdiri dari beberapa lapisan. Selama dalam proses interaksi, kita saling mengupas lapisan-lapisan itu. Jika yang kita kupas hanya lapisan saja, maka kita hanya mendapatkan lapisan saja.

Dalam konflik, teori bawang merah berupaya untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di permukaan, dan selanjutnya terus dikupas untuk mengetahui akar permasalahn sesungguhnya.

Apakah sebenarnya tujuan konflik itu dari ekonomi ataukah ada kepentingan lain yang lebih besar. Hal ini bisa diraba dengan melakukan beberapa wawancara dan sumber data.

Segitiga konflik berfungsi untuk mengetahui gejolak konflik yang terlihat dan yang tidak terlihat. konflik yang terlihat adalah proses terjajdinya kekerasan itu sendiri serta dampak yang ditimbulkan. Gejolak konflik yang tidak terlihat antara lain disebabkan oleh kekerasan budaya dan kekerasan structural.

Kekerasan budaya bisa berupa hukum adat, mitos, anarki, suku serta kebencian kuno, sedangkan kekerasan structural bisa berupa kemiskinan dan kebudayaan.

Teori garis waktu adalah untuk mengetahui perkembangan konflik dari waktu ke waktu. Setiap konflik mempunyai cataan sejarah. Sejarah itu bertujuan memudahkan untuk menyusun laporan karena memiliki latar belakang.

Konflik adalah hubungan antara dua belah pihak atau lebih (Individu atau kelompok) yang memiliki atau yang merasa memiliki, sasaran-sasaran yang tidak sejalan. Konflik adalah suatu kenyataan hidup, tidak terhindarkan dan sering bersifat kreatif.

Konflik terjadi ketika tujuan masyarakat tidak sejalan. Berbagai perbedaan pendapat dan konflik biasanya diselesaikan tanpa kekerasan dan sering menghasilkan situasi yang lebih baik bagi sebagian besar masyarakat ata sema pihak yang terlibat.

Perspektif konflik selalu menempatkan bahwa kehidupan itu tidak terlepas dari konflik. Tidak ada yang abadi di dunia ini selain konflik.  Ia melekat dan menjadikan kehidupan menjadi penuh warna. Konflik melahirkan ambisi, semangat untuk menang, strategi memenangkan konflik, manajemen konflik sampai akhirnya kita merefleksikan apa hikmat dari sebuah konflik yang kita alami itu.

Jika Hagel menyatakan antitesa dan melahirkan sintesa baru, yakin pengetahuan. Maka dalam perspektif ini, lahir konflik, memerlukan resolusi konflik, adanya perdamaian, kemudian melahirkan konflik berikutnya. Begitu seterusnya, sehingga kita tidak antipasti terhadap konflik, akan tetapi justru bersahabat dengan konflik, sehingga dengan demikian kita akan bersahabat dengan manajemen dan resolusi konflik.

Jika sebuah pembangunan melahirkan sebuah konflik, makan namanya bukan pembangunan, dikarenakan sejatinya pembangunan untuk kepentingan kemanusiaan, oleh karena itu diperlukan kematangan dalam merancang sebuah pembangunan.

Memahami setiap bagian-bagian penting, seperti kondisi ekonomi, politik, budaya, dan sosial merupakan hal terpenting agar pembangunan direalisasikan dengan baik. (*)

Penulis: Fawer Full Fander Sihite MSi, Alumni Universitas Paskasarjana Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Jurusan Kajian Konflik dan Perdamaian,  merupakan pendiri dan Ketua Institute Law And Justice.

 

 

Page 2 of 2
Prev12
Peristiwa

DPC PJS Kota Pematangsiantar Bentuk Panitia Muscab III, Siap Sukseskan Agenda Organisasi

5 Juni 2026 | 08:53 WIB
Peristiwa

URC Jatanras Polres Simalungun Ringkus 3 Pelaku Curanmor, Mobil Avanza Pengantar Kabur Turut Disita

5 Juni 2026 | 08:05 WIB
Peristiwa

Diduga Terlibat Alihkan Truk Jaminan Fidusia, Oknum TNI Digugat Perusahaan Leasing

4 Juni 2026 | 23:40 WIB
Peristiwa

Lima Pemilik Sabu dan Ganja Ditangkap, Polisi Sita 139 Paket Narkoba di Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 23:06 WIB
Peristiwa

Diduga Sebarkan Video Asusila Mantan Pacar, Dua Warga Bintangbayu Dilaporkan ke Polres Sergai

4 Juni 2026 | 20:21 WIB
Sudut Pandang

Hadiri Pelantikan Panitia GAMKI, Wesly Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kepemimpinan Pemuda

4 Juni 2026 | 19:53 WIB
Peristiwa

Kejari Simalungun Perkuat Pengawasan Dana Desa Melalui Program Jaga Desa di Dolok Batu Nanggar

4 Juni 2026 | 17:44 WIB
Peristiwa

Wesly Silalahi Dapat Apresiasi BPKP atas Komitmen Cegah Korupsi di Pemko Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 17:07 WIB
Peristiwa

Dua Pekan Tanpa Identitas, Jenazah Perempuan Misterius Akhirnya Dimakamkan Polsek Bandar Huluan

4 Juni 2026 | 16:37 WIB
Peristiwa

Penjual Mie Goreng di Pematangsiantar Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Rumah

4 Juni 2026 | 11:24 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber