SimadaNews.com-Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (BEMFKIP-UHKBPNP) yang berlangsung selama beberapa minggu sudah selesai.
Okto, selaku Kabid Medko BEM FKIP kepada SimadaNews.com, Rabu 4 Maret 2020, menerangkan, selama melaksanakan pengabdian masyarakat di luar kampus, banyak pelajaran terpenting yang didapat mahasiswa/mahasiswi.
Sebab, para mahasiswa mendapat ilmu pengetahuan dan kreativitas. Selain memberikan pendidikan kepada para murid-murid SD di daerah pengabdian, para mahasiswa juga saling bersosialisasi dengan masyarakat.
Beberapa lokasi yang menjadi tempat pengabdian, para mahasiswa didampingi pengurus BEM dan Pokja Kegiatan, dan seluruh peserta diwajibkan mengikuti seluruh aturan yang sudah dibuat. Bahkan ada sejumlah peserta, yang dipulangkan karena tidak tunduk pada aturan yang sudah dibuat Pokja.
Hal itu dibenarkan Ketua BEM FKIP Riyan Pandu Damanik. Riyan menyebutkan, sebagai mahasiswa harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan dalam mengikuti program kegiatan.
“Jadi Pokja harus kompeten menjalankan program, dan memberikan teguran tegas kepada peserta yang tidak ikut aturan,” kata Riyan.
Riyan menambahkan, selama mengikuti pengabdian masyarakat ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, seperti memperluas jaringan bagi mahasiswa, melatih menggunakan ilmu yang didapat di perkuliahan, hingga mencetak tinta biru jasa mahasiswa di lingkungan masyarakat.
Riyan berharap, mahasiswa FKIP harus lebih baik lagi dalam pengerjaan dalam pengajaran, khususnya pada pendidikan dan menjadi agent of exchange di tengah-tengah masyarakat.
Riyan menambahkan, seluruh peserta pengabdian masyarakat sudah berada di Siantar dan disambut hangat Rektor UHKBPNP Dr Sanggam Siahaan MM. (snc)
Editor: Hermanto Sipayung


