SimadaNews.com – Ketegangan geopolitik global yang memicu gangguan pasokan minyak dunia mulai terasa hingga ke dalam negeri.
Namun pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang arus mudik dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Lonjakan harga minyak global dipicu konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi internasional. Bahkan, harga minyak dunia sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.
Menghadapi situasi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama saat konsumsi BBM meningkat tajam pada masa mudik Lebaran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok BBM nasional saat ini masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga Lebaran.
“Saya pastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Sampai hari raya nanti tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil.
Selain menjaga harga tetap stabil, pemerintah juga memaksimalkan sistem distribusi energi nasional. Pengiriman dari kilang ke depo hingga penyaluran ke SPBU dipastikan berjalan lancar dengan kapasitas penyimpanan yang ditingkatkan selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka menengah untuk mengantisipasi tekanan harga minyak global. Salah satunya melalui penguatan program biodiesel berbasis sawit.
Opsi mempercepat implementasi campuran biodiesel hingga B50 mulai dipertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang mencari sumber minyak mentah alternatif dari sejumlah negara guna memastikan pasokan tetap stabil jika konflik global berkepanjangan.
Secara fiskal, pemerintah menyiapkan bantalan melalui anggaran subsidi energi agar harga BBM tetap terkendali di dalam negeri.
Saat ini pemerintah telah mengalokasikan ratusan triliun rupiah untuk menjaga harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting karena Indonesia masih bergantung pada impor minyak, sehingga gejolak geopolitik global berpotensi langsung memengaruhi stabilitas energi nasional.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali. Pasokan BBM, LPG, hingga listrik dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, sementara negara terus memantau perkembangan konflik global yang bisa memengaruhi pasar energi dunia. (SNC)


