• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Sabar Mangadoe:Produk UU Politik Buruk, harus Dirubah Supaya Demokrasi Indonesia Beradab

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
12 Juli 2018 | 23:52 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Dia menyarankan, untuk melakukan perombakan beberapa undang-undang terkait politik, maka dalam Pemilu 2019 harus mampu menghasilkan minimal dua tolok ukur capaian utama, yaitu Capres Jokowi ( Siapapun Cawapres-nya) harus mampu memperoleh minimal 65 persen suara. Kemudian, koalisi ideologis (PDIP + PPP + PKB + HANURA) mampu memperoleh minimal 60 persen kursi DPR-RI atau di parlemen.

”Sebenarnya itu yang diperjuangkan bersama pada Pemilu 2019 nanti,” sebutnya.

Ditannya kenapa harus strategi itu dilaksanakan, Sabar menjelaskan pembuatan ataupun revisi undang-undang adalah hasil kerja dan kesepakatan antara Presiden bersama DPR-RI. Tidak bisa hanya Presiden ataupun hanya oleh DPR–RI.

”Tanpa segera kita melakukan perombakan sistem dan kultur demokrasi secara besar-besaran melalui revisi beberapa undang-undang yang terkait politik, maka demokrasi kita akan sangat sulit dan lamban sebagai alat untuk membangun kesejahteraan rakyat banyak. Apalagi, membangun negara Indonesia yang maju dan beradab,” ujarnya.

Sabar menambahkan, perjuangan menegakkan demokrasi yang beradab memang sangat panjang bahkan lama. Dia mencontohkan, Amerika butuh 250 tahun lebih berdemokrasi, barulah demokrasinya bisa beradab dan rakyatnya berdaulat.

”Tetapi, janganlah pula kita seperti Amerika sampai selama itu memperjungkan demokrasi beradab. Kalau bisa kita harus bisa lebih cepat,” ujarnya mengakhiri. (snc)

Page 3 of 3
Prev123
Ekbis

Simalungun Kian Dilirik Investor, Raih Penghargaan Terbaik I pada PIISU 2026

15 Juni 2026 | 11:39 WIB
Peristiwa

Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Nilai Persaudaraan dan Iman Saat Buka Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Distrik V

14 Juni 2026 | 21:34 WIB
Peristiwa

Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut, Siap Sambut Ribuan Peserta

14 Juni 2026 | 19:44 WIB
Peristiwa

Traffic Light Ahmad Yani Kembali Padam, Warga Desak Pemko Siantar Bertindak Sebelum Timbul Korban

14 Juni 2026 | 18:57 WIB
Sudut Pandang

19 Anggota Sidi GKPS Haranggaol Resmi Diteguhkan, Siap Menjadi “Tentara Kristus Muda”

14 Juni 2026 | 17:03 WIB
Pesona

Juara TOTK 2026 Naik Podium, Bupati Samosir dan Sekdaprovsu Serahkan Hadiah kepada Pelari dari 34 Negara

14 Juni 2026 | 16:17 WIB
Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber