• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/

slot gacor

Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Sabar Mangadoe: Nahdatul Ulama Ciptakan Sejarah Peradaban Perkokoh Pancasila dan UUD 1945

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
2 Maret 2019 | 13:59 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Habib Ali Assegaf : Rekomendasi Cerdas

Apresiasi yang sama atas rekomendasi Nahdatul Ulama, juga disampaikan pengurus Lembaga Pemikiran Islam Bung Soekarno (LPI-BK) Habib Ali Assegaf.

Menurut Habib Ali, kafir itu ada tiga. Satu positif, kedua tanpa nilai, ketiga negatif. Kafir sendiri artinya tertutup.

Disebut positif karena ada perbuatan baik orang mengkafirinya (menutupinya) dari keburukannya. Kafir yang buruk adalah yg menutup diri dari ilmu pengetahuan dan kebenaran.

“Kata kafir bukan masalah, tetapi makna nilai kata kafir di masyarakat oleh orang awam saat ini memang memprihatinkan,” sebutnya.

Habib Ali menilai, ketika wacana istilah kafir dihapus bagi nonmuslim sesuai rekomendasi Nahdatul Ulama dan diganti dengan sebutan muwathin atau saudara sebangsa, itu merupakan wacana atau pemikiran cerdas yang patut diapresiasi.

“Jadi jelas bahwa pada hakikatnya, seluruh masyarakat merupakan saudara se-Bangsa satu tanah air dan satu Negara Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, pada musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berakhir Jumat (1/2) menghasilkan sejumlah keputusan penting.

Salah satunya, kesepakatan untuk tidak menggunakan sebutan kafir kepada warga Indonesia nonmuslim. Sebagai gantinya, para kiai memilih kata muwathinun atau warga negara.

Kesepakatan itu diambil dalam bahtsul masail maudluiyah yang dipimpin KH Abdul Muqsith Ghozali. Kiai Muqsith menjelaskan, NU ingin menekankan semangat untuk tidak gampang mengafirkan siapa pun. Sebab, kata kafir mengandung sisi negatif yang berupa kekerasan teologis.

“Jadi kita sepakat untuk tidak menyebut WNI nonmuslim sebagai kafir harbi (orang kafir yang patut diperangi). Kata muwathinun dipilih sebagai pengganti karena menunjukkan kesetaraan status muslim dan nonmuslim dalam sebuah negara. Dengan begitu, status mereka setara dengan warga negara lain,” kata pengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu. (manto/snc)

Page 2 of 2
Prev12
Peristiwa

Pisah Sambut Dandim 0210/Tapanuli Utara, Bupati Samosir Harapkan Sinergi Forkopimda Semakin Solid

25 Juli 2026 | 00:08 WIB
Peristiwa

Budiman Silalahi jadi Kepala BPBD Simalungun Gantikan Resman Saragih

24 Juli 2026 | 23:27 WIB
Ekbis

Kolaborasi Pemko dan Dunia Usaha, Job Fair Pematangsiantar Sediakan 939 Lowongan Kerja

24 Juli 2026 | 21:16 WIB
Peristiwa

Dibangun, 5 Km Ruas Jalan Gonting-Janji Samosir Berbiaya Rp27,85 Miliar

24 Juli 2026 | 19:42 WIB
Peristiwa

Wisuda 360 Peserta Sekolah Lansia Tangguh, Bupati Simalungun: “Semangat Belajar Tidak Pernah Dibatasi Oleh Usia”

24 Juli 2026 | 17:51 WIB
Peristiwa

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polres Simalungun Koordinasikan Rehab Taman Lalu Lintas TK Tunas Bangsa Bersama PTPN IV

24 Juli 2026 | 16:59 WIB
Peristiwa

Ditangkap, Pria Terduga Pengedar Sabu di Kotapinang

24 Juli 2026 | 15:16 WIB
Sudut Pandang

Audensi dengan Bupati Labusel, Cipayung Plus Labuhanbatu Raya Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan

24 Juli 2026 | 12:04 WIB
Peristiwa

Miliki Ganja, Sabu dan Ekstasi, Dua Pria Warga Simalungun Ditangkap di Siantar

24 Juli 2026 | 11:08 WIB
Peristiwa

Vanessa Pemain Film “Horas Amang” Jadi Korban KDRT, Tolak Berdamai dengan Suaminya

24 Juli 2026 | 10:18 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

slot gacor

slot gacor