SimadaNews.com – Kota Pematangsiantar kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu lumbung talenta seni suara di Sumatera Utara.
Hal itu dibuktikan dengan kiprah Siantar Cantatum Choir (SCC), kelompok paduan suara campuran yang sejak berdiri pada Januari 2025 telah mengoleksi sejumlah prestasi dan kini bersiap tampil di Samosir International Choir Competition 2026.
Ketua Siantar Cantatum Choir, David Sumarman Purba, mengatakan pembentukan SCC berawal dari keprihatinan para pegiat seni terhadap belum adanya wadah yang mampu mengakomodasi potensi penyanyi paduan suara di Kota Pematangsiantar.
Menurutnya, selama ini Pematangsiantar memiliki banyak sumber daya manusia yang berbakat di bidang paduan suara, namun belum pernah secara konsisten mengirimkan perwakilan atas nama kota dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) maupun kompetisi paduan suara lainnya.
“Siantar punya potensi mengembangkan paduan suara, tapi selama ini tidak ada wadah resmi. Kami melihat banyak teman-teman berbakat, tetapi tidak terakomodasi. Itulah dasar terbentuknya SCC,” ujar David, Kamis (16/7/2026).
Saat ini SCC beranggotakan 45 penyanyi, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Meski usianya masih relatif muda, grup tersebut telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan, yakni Juara I Festival Koor Exaudi di Medan pada Mei 2025, Juara III Festival Paduan Suara Paul Baja pada November 2025, serta Juara III Bagak Marnatal pada Desember 2025.
Kini, SCC tengah mempersiapkan diri mengikuti Samosir International Choir Competition yang akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Kabupaten Samosir.
Untuk memaksimalkan penampilan, intensitas latihan ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali setiap pekan, yakni setiap Minggu, Senin, dan Jumat.
“Karena waktu sudah mulai dekat untuk festival di Samosir, kami perketat latihan. Target kami tentu bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Kota Pematangsiantar di kancah internasional,” kata David.
Di tengah semangat berprestasi, SCC juga menghadapi tantangan pembiayaan. Seluruh kebutuhan keberangkatan dan persiapan menuju kompetisi dipenuhi secara swadaya melalui pengajuan proposal kepada berbagai pihak, penyelenggaraan bazar makanan, serta iuran anggota dan dukungan para simpatisan.
“Kami bergerak secara mandiri. Dana dari sponsor, bazar, dan iuran anggota menjadi tulang punggung kami. Puji Tuhan, semangat kebersamaan kami masih terasa,” ungkapnya.
Selain mengejar prestasi di berbagai kompetisi, SCC juga memiliki visi jangka panjang untuk membangun ekosistem paduan suara di Kota Pematangsiantar. Salah satu program yang tengah dirancang adalah penyelenggaraan festival paduan suara tingkat pelajar yang diawali dari kelompok paduan suara pemuda gereja.
“Ke depan, kami ingin membuat festival tingkat anak sekolah. Mungkin dimulai dengan paduan suara pemuda gereja. Ini bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan potensi paduan suara di Pematangsiantar,” pungkas David.
Kehadiran Siantar Cantatum Choir menjadi bukti bahwa Kota Pematangsiantar memiliki potensi besar di bidang seni paduan suara. Dengan dukungan berbagai pihak, SCC diharapkan mampu mengukir prestasi yang lebih tinggi sekaligus membawa nama baik Kota Pematangsiantar di tingkat nasional maupun internasional. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung


