Oleh | @Sabar Mangadoe
Bahwa Politik itu diharuskan berkelahi (rebutan jabatan kekuasaan Negara dan Pemerintahan), tapi haruslah berpondasikan semangat silaturahmi yang hakiki, baik dalam kita bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Silaturahmi Pancasila 18 Agustus 1945.
Artinya, marilah semuanya kita yang teramat ber-Bhinneka Tunggal Ika ini haruslah berpedoman bersama pada tata-nilai yang terkandung dalam ke-5 Sila Pancasila.
Pokoknya, bukannya lagi ‘berkutet babaliyut’ pada masalah Pancasila tanggal 01 Juni 1945 (versi Bung Karno), dan bukan juga Pancasila tanggal 22 Juni 1945 (Piagam Jakarta).
Mari kita semua posisikan secara amat terhormat 2 buah tanggal diatas sebagai hari dan peristiwa yang amat bersejarah dalam perjalanan proses pembentukan sebuah negara modern Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan bermodalkan UUD 1945 yang dirumuskan, disepakati dan disahkan besoknya, yaitu melalui Rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945.
TIDAK BOLEH DIRUBAH ATAU PUN DIREVISI
Dimana telah kita ketahui bersama bahwa dalam Pembukaan UUD 1945, dan bagian ini tidak boleh dirubah ataupun direvisi sama sekali.
Karena, pembukaan UUD 1945 ini, sebagai alasan amat subtansif, kenapa kita membentuk negara Indonesia. Di dalam pembukaan UUD 1945, kelima sila Pancasila dicantumkan dalam alinea ke-4.
Karena itu, kini segera, dan sudah saatnya bangsa dan negara Indonesia membutuhkan hanya 100 orang saja dulu sebagai langkah tindakan kongkrit yang perdana, yaitu membutuhkan 100 orang-orang baik yang mau dan berani menanda-tangani 100 kotak tanda tangan dan nama jelas.
100 orang baik bersama-sama menghasilkan sebuah janji dan tekad yang kuat dengan melakukan acara Manifesto Pancasila 18 Agustus 1945.
SALAH SATU WUJUD KONGKRIT
Event Manifesto Pancasila sebagai salah satu wujud kongkrit dari sebuah Pergerakan Rakyat (People Movement) Dulur Ganjar Pranowo, DGP dalam membumikan Pancasila di hati sanubari dan kalbu yang terdalam dan pikiran seluruh Rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.
“Pancasila dalam aksi, bukan (lagi) basa basi!! Mulai saja dengan cukup 100 orang.”
Serta membutuhkan 22 orang diantara 100 orang baik ini akan ber-orasi dan ber-ekspresi Pancasila ala Rakyat (Bukan lagi ala Pemerintah, Parpol apalagi ala BPIP), maksimum 5 menit saja.
100 orang bermanifesto Pancasila dalam suasana bathin dan sukacita Silaturahmi Pancasila ala Rakyat, dan juga berselfi-selfi ria riang gembira dalam Festival Baliho Pancasila 18 Agustus 1945. Manifesto Pancasila 18 Agustus 1945
Percayalah saudara/i-ku sebangsa dan setanah air, bahwa aksi perdana ini akan segera diikuti dan diduplikasi oleh berbagai pihak manapun, di daerah manapun dan waktu kapan pun.
Salam DGP
Salam Bhinneka Tungg Ika
Salam Pancasila.
@Penulis, Penasehat DPP DGP #DulurGanjarPranowo