Lebih lanjut Amran membeberkan capaian kebijakan pangan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini di antaranya terlihat dari data BPS, lompatan inflasi pangan di tahun 2014 sebesar 10,57 persen menjadi 1,26 persen di tahun 2017.
“Ini lompatan yang luar biasa, bisa dikatakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Melompati 12 negara besar seperti Jerman dan China dilompati,” bebernya.
Capaian berikut, sambung Amran, Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp994,8 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.463,9 triliun pada 2018. Ini pun merupakan lompatan kinerja pangan yang luar biasa.
“Untuk data PDB ini sudah divalidasi oleh BPS. Sektor pertanian menyumbang dalam peningkatan PDB. Jadi dari dua lompatan ini saja yakni penurunan inflasi dan kenaikan PDB, pada empat tahun pemerintahan Jokowi-JK sudah sangat menggembirakan. Dan lompatan ini tidak terlepas dari program dan kebijakan yang sudah kami lakukan. Kita dorong pertanian dengan teknologi,” ucap Amran.
Menurut Amran, capaian tersebut diraih melalui langkah atau program terobosan, sehingga tidak serta merta terjadi. Di antaranya melalui perubahan kebijakan atau perubahan sistem melalui online single submission dan pengurusan izin dokumen ekspor yang disusun sesingkat mungkin.
Hingga saat ini, Kementan telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 permentan atau Kepmentan.
“Dulu mengurus izin bisa butuh waktu 3 tahun, 1 tahun, atau 3 bulan. Tapi hari ini di Kementan tanpa pungli, kalau kami temukan kami langsung pecat, sekarang mengurus izin hanya butuh 3 jam dan tidak perlu ketemu,“ bebernya. (rel/snc)


