• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing Resmikan HKBP Nazaret Sorong

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
12 Agustus 2019 | 23:54 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, meresmikan HKBP Nazaret Sorong Papua Barat,  Minggu 12 Agustus 2019.

Sebelum peresmian, Ephorus HKBP Pdt Dr. Darwin Lumbantobing, saat menyampaikan kotbah pada kebaktian menyampaikan kepada jemaat, supaya saling mendukung dalam pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Dan ketika menghadapi tantangan dalam pelayanan, juga bersama-sama menghadapinya.

“Memang kita semua orang Kristen pernah mengalami ada tantangan di dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Ada tantangan yang bisa saja membuat kita tidak lagi murni sebagai pengikut Kristus. Ada yang disebut dengan Kristen Kebiasaan, ada Kristen Tradisi, dan ada Kristen yang benar/murni,” kata Ephorus.

Dia melanjutkan, yang dimaksud dengan Kristen kebiasaan, karena Kristen dipahaminya Kristen. Bila ditanyakan kenapa menjadi Kristen, karena orangtuanya Kristen.

Menurut Ephorus, sebenarnya setiap orang percaya harus mau dan siap mengaku sebagaimana seorang Perempuan Samaria yang memberitakan tentang Yesus.

Kemudian, ada disebut dengan Kristen Tradisi. Seperti Umpama Batak, hanya mengikuti saja.

“Kenapa engkau pergi ke gereja? Karena tidak mau tinggal sendirinya di kampung itu. Kalau sudah jumpa hari Natal, jangan– jangan pesta gereja hanya sebagai tradisi. Ada yang sudah terbiasa kalau ada Kelender HKBP sudah dianggap sebagai ruas HKBP. Apakah benar kalau memiliki Kelender HKBP sebagai tanda jemaat HKBP? Apakah sudah ketentuan sebagai kehidupan orang percaya? Itu belum tentu,” sebut Ephorus.

Selanjutnya, ada disebut dengan Kristen Murni.

“Senang dan duka, kita setia kepada Yesus Kristus. Yesus berkata, mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? Ternyata Yesus ada diantara mereka dan mereka justru mengalami ketakutan. Secara manusia masuk akal kalau mereka ketakutan karena ombak dan angin keras. Demikian orang kristen berada di tengah – tengah gelombang kehidupan yang sangat berpotensi untuk menghanyutkan kita bersama. Tetapi di dalam Tuhan, kita pasti aman dan sentosa. Tentu banyak hal, baik peristiwa alam, kehidupan bergereja, bermasyarakat, bernegara, bisa membuat kita kuatir, membahayakan kehidupan kita, tetapi Firman Tuhan berkata, ketika mereka datang dan meminta kepada Yesus, kemudian Yesus pun berbicara dan ombak itu berhenti,” ucapnya.

Ephorus menambahkan,  pada intinya seluruh jemaat harus bersatu membangun Tubuh Kristus di Papua. Dan HKBP pun juga harus memberitakan Injil ke semua tempat termasuk di Papua,  termasuk di Tanah Moi, bukan hanya kepada orang Batak tetapi juga kepada penduduk asli.

Ephorus berpesan, agar seluruh jemaat HKBP dimana pun berada termasuk di Tanah Papua agar bermasyarakat dengan baik, bersahabat, dan memberikan yang terbaik bagi daerah, negara, dan warga sekitar, sebagaiman visi HKBP menjadi berkat bagi dunia.

Sementara, Ketua Adat Suku Moi Sorong, Sipai Abner Bisolu didampingi Biro Perlindungan Suku Moi, menyampaikan, Suku Moi itu unik, sesuai dengan nama Moi yang berarti halus/lembut, sehingga budi, tutur kata, budaya, tarian halus (gemulai) berbeda dengan suku lainnya di Papua yang lebih energik.

Sipai Abner Bisolu menuturkan, apabila Suku Batak menghadapi masalah di Tanah Moi, langsung berhubugan dengan Suku Moi dan jangan dengan suku lain. Sebab, Suku Moi-lah pemilik wilayah.

“Hak atas aturan, wilayah, siapapun yang tinggal disini harus mematuhi adat setempat, demikian HKBP juga tentu menghargai budaya setempat,” kata Sipai.

Dia berharap, agar ajaran dan ibadah HKBP bisa juga diterjemahkan ke Bahasa Moi agar bisa dimengerti Suku Moi dan yang bisa mereka pelajari bisa dipelajari.

HKBP Nazaret Sorong merupakan salah satu gereja berdomisili di Provinsi Papua Barat dipimpin Pdt Risen Parhusip STh dengan jumlah jemaat 110 KK.

Gereja ini terdaftar dalam koordinasi pelayanan HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur yang dipimpin Praeses Pdt Pahala Sitorus MTh.

Usai ibadah, acara dilanjut dengan tarian remaja/pemuda perpaduan tortor Batak dengan konteks Papua Barat, lalu penyematan ulos kepada para tokoh–undangan kehormatan, para simpatisan, dan jemaat.

Acara berjalan dengan baik dan sukacita yang terpancar dari semangat dan antusias dari seluruh jemaat dan undangan yang hadir.

Ketua Suku Batak Sorong Raya Dr. Tagor Manurung juga mengapresiasi semangat dan perjuangan jemaat dengan pelayan dalam membangun gereja itu.

“Kita juga harus bersosialiasi dan bermasyarakat, bersahabat kepada semua orang khususnya warga asli daerah ini. Sudah berurat berakar sebenarnya Orang Batak bergereja di gereja – gereja yang ada disini, tetapi ketika HKBP berdiri, kecintaan Batak tumbuh berkembang dengan konteks perantauan yang berbeda. Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk HKBP. Demi eksistensi HKBP, kita harus bersama dan bertindak bersama. Kita harus bersatu padu, jangan menjadi pendendam, mari kita satukan hati, visi, misi, agar HKBP menjadi tersohor,” kata Tagor.

Simanjuntak sebagai Panitia Taon Parasinirohaon, pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada seluruh undangan yang hadir baik dari Unsur Pemerintahan, Ketua–ketua Adat dan Suku yang ada di Papua Barat.

Ucapan sama juga disampaikan Ketua Pembangunan L. Sibuea (Op. Henok). Dia menambahkan,  pembangunan Gereja HKBP Nazareth Sorong berjalan selama 8 tahun.

Pembangunan dimulai sejak masa Pdt. Very Siregar dan Ketua Pembangunan G. Simatupang, dilanjut pada masa Pdt. Risen Parhusip dan dirinya pada periode yang baru. Dan sejak awal hingga penyelesaian pembangunan merupakan swakelola dari jemaat dan para donatur. (snc)

Laporan : Harry Lingga

Editor: Hermanto Sipayung

Ekbis

Rupiah Bangkit di Awal Pekan, Dolar AS Tergeser dari Posisi Dominan

22 Juni 2026 | 12:22 WIB
Peristiwa

Alumni UHKB Nommensen Pematangsiantar Diminta Jadi Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdampak

20 Juni 2026 | 20:33 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba Kembali Dibekuk, Polres Tebing Tinggi Sita 18,47 Gram Sabu

20 Juni 2026 | 19:47 WIB
Pesona

Tiga Dermaga Resmi Jadi Aset Pemkab Samosir, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Danau Toba

20 Juni 2026 | 15:15 WIB
Peristiwa

Truk Fuso Milik PTPN IV Terlibat Kecelakaan dengan Sepeda Motor di Simarimbun, Pengendara Luka-luka

20 Juni 2026 | 10:48 WIB
Peristiwa

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora Parluasan Diverifikasi, Pemko Siantar Percepat Penyaluran Bantuan

20 Juni 2026 | 08:44 WIB
Pesona

Vandiko Gultom Resmikan Bengkel Kapal Permanen Pertama di Danau Toba, Keselamatan Pelayaran Makin Terjamin

19 Juni 2026 | 22:42 WIB
Peristiwa

Kapolda Sumut Rotasi Jabatan Strategis di Polres Siantar-Simalungun

19 Juni 2026 | 22:26 WIB
Peristiwa

Kasus Pembunuhan Jaka Malau di Taman Bunga! Polisi Sudah Tahan Dua Pelaku, Empat Lagi Diburu

19 Juni 2026 | 20:34 WIB
Peristiwa

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Siantar Barat Salurkan Bansos ke Panti Asuhan Taruna Melati Muhammadiyah/Aisyiyah

19 Juni 2026 | 12:52 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto