SimadaNews.com-Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar mengusung tema “Siantar Rumah Kita”, yang dimaknai sebagai semangat kebersamaan dalam membangun kota yang menjadi tempat hidup, berkarya, dan menatap masa depan bersama.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar di Gedung Harungguan DPRD, Jumat (24/04/2026).
Dalam sambutannya, Wesly menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) untuk terus mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Upaya tersebut bertujuan membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian indikator kinerja daerah tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 81,71 dan usia harapan hidup 75,42 tahun, yang berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 7,74 persen.
Wesly menambahkan, pembangunan Kota Pematangsiantar tidak terlepas dari warisan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh Raja Sang Naualuh Damanik, yang dikenal dengan delapan prinsip hidup (poda) sebagai kearifan lokal masyarakat.
“Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman moral dalam menjaga keharmonisan dan membangun kota ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, termasuk Forkopimda dan DPRD, atas sinergi yang terjalin, sehingga Pematangsiantar mampu meraih peringkat ke-4 nasional sebagai kota paling toleran pada tahun 2026.
“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Wesly mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota yang cerdas, sehat, kreatif, dan selaras.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan sejarah, kondisi saat ini, dan arah masa depan pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai kepemimpinan Raja Sang Naualuh yang dikenal pengasih, jujur, berani, serta berpihak kepada rakyat.
“Nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan oleh pemimpin dan aparatur dalam menjalankan pemerintahan yang berintegritas dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kearifan lokal seperti “Habonaron do Bona” dan “Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi” harus terus dijaga sebagai identitas dan perekat sosial masyarakat.
Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Timbul Marganda Lingga, didampingi Wakil Ketua Daud Simanjuntak dan Frengky Boy Saragih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Herlina, unsur Forkopimda Plus, anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. (SNC)
Laporan: Sabarudin Purba

