SimadaNews.com – Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tebing Tinggi Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Bagelen, Jalan Deblod Sundoro, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Tebing Tinggi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda KADIN yang dinilai memiliki peran penting dalam merumuskan program kerja dan langkah konkret guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Rakerda merupakan forum penting untuk merumuskan program kerja, memperkuat sinergi, serta menyusun langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, KADIN memiliki posisi strategis dalam mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing dunia usaha, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Karena itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi, lanjutnya, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan berusaha serta pengembangan sektor-sektor unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memanfaatkan teknologi digital, memperluas jejaring usaha, dan mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Mari kita perkuat semangat kebersamaan, kolaborasi, dan gotong royong untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KADIN Provinsi Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, menyoroti kondisi ekonomi Kota Tebing Tinggi yang saat ini menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran uang di Kota Tebing Tinggi disebut mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk itu, Firsal mendorong KADIN daerah agar aktif membantu pemerintah dalam mengidentifikasi sektor-sektor bisnis potensial yang dapat dikembangkan guna meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai Kota Tebing Tinggi memiliki posisi strategis untuk berkembang sebagai pusat logistik dan industri. Selain itu, sektor jasa pendidikan, kesehatan, dan ekonomi syariah juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.
“Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Mari kita saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama,” kata Firsal.
Sementara itu, Ketua KADIN Kota Tebing Tinggi, Muhamad Iqbal, mengakui kondisi ekonomi daerah saat ini cukup menantang. Penutupan sejumlah industri dan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Sebagai langkah konkret, KADIN Tebing Tinggi akan fokus meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap digitalisasi, memperkuat literasi keuangan, serta menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing usaha.
Selain itu, KADIN juga berencana menghadirkan program Car Free Night sebagai upaya meningkatkan daya tarik Kota Tebing Tinggi sehingga tidak hanya menjadi kota persinggahan, tetapi juga destinasi yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Rakerda KADIN Tahun 2026 turut dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi, Polres Tebing Tinggi, sektor perbankan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. (SNC)
Laporan: Arwin HP Silangit


