SimadaNews.com – Yayasan Yasop bersama Himpunan Masyarakat Bona ni Pasogit (Himaboni e.V), organisasi perantau Batak Toba di Jerman, resmi membuka kursus Bahasa Jerman gratis di Balige, Kabupaten Toba, Selasa (14/7/2026).
Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Toba untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang pendidikan dan karier di tingkat internasional.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di Pesanggrahan Balige oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu mewakili Bupati Toba Effendi Napitupulu, didampingi Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Toba Samron Simanjuntak, Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Toba.
Sebanyak 60 peserta angkatan pertama telah mengikuti proses belajar selama beberapa pekan sebelum diresmikan secara resmi.
Ketua Pembina Yasop, dr. Tota Manurung, mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari kepedulian diaspora Batak Toba di Jerman terhadap kampung halaman.
Menurutnya, Himaboni yang beranggotakan para perantau Batak di Jerman tetap berkomitmen membangun Tanah Batak melalui bidang pendidikan.
“Tano Batak memiliki keindahan alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Banyak putra-putri Batak berhasil di luar negeri, namun mereka tidak melupakan akar dan kampung halamannya,” ujar dr. Tota.
Ia menjelaskan, Yasop telah memiliki badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM, sedangkan Himaboni terdaftar secara resmi di Frankfurt, Jerman.
Program kursus Bahasa Jerman tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja sama kedua lembaga yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan keagamaan tanpa orientasi keuntungan.
“Seluruh peserta mengikuti kursus ini secara gratis. Kami berharap pemerintah turut memberikan perhatian agar program ini dapat terus berjalan tanpa membebani peserta,” katanya.
Sementara itu, Ketua Himaboni Toga Panjaitan mengungkapkan gagasan mendirikan kursus Bahasa Jerman berawal dari pesan sang ayah agar tidak pernah melupakan kampung halaman.
Kini menetap di Hamburg dan bekerja sebagai konsultan energi pada perusahaan asal Norwegia yang berkantor di Jerman, Toga mengaku terdorong memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Toba.
“Bahasa merupakan modal utama untuk membuka akses pendidikan, kerja sama internasional, dan peluang karier global. Kami ingin anak-anak muda Toba memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di dunia internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Himaboni memperoleh peluang hibah untuk pengembangan sumber daya manusia melalui program diaspora Jerman. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk kursus Bahasa Jerman gratis di Balige.
Menurutnya, selama ini akses belajar Bahasa Jerman di Toba masih sangat terbatas, sementara lembaga kursus yang ada umumnya berbayar sehingga belum terjangkau seluruh masyarakat.
“Kami ingin memastikan anak-anak muda yang memiliki potensi tetap bisa belajar tanpa terkendala biaya. Ini adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada tanah kelahiran,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Toba menyambut baik inisiatif tersebut. Sekdakab Toba Paber Napitupulu menilai program itu dapat meningkatkan daya saing generasi muda sekaligus membuka peluang bekerja di luar negeri.
“Kami mengapresiasi langkah ini. Semoga semakin banyak generasi muda Toba yang berkembang dan memperoleh kesempatan berkarier di tingkat global,” ujarnya.
Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan juga memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
“Hal yang paling penting adalah disiplin. Dengan disiplin, ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Toba, Samron Simanjuntak, yang berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Toba dan Sumatera Utara. (SNC)
Laporan: Jaya Napitulu


