SimadaNews.com-Komite Pemilih Indonesia (TePI) bekerjasama dengan Pengurus Nasinal Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS-GMKI), menggelar diskusi publik bertajuk Usai Pemilu, Jelang Pilkada 2020: Menggagas Peran Strategis Gereja untuk Penguatan Kapasitas Pemilih!.
Armada Purba SH, Koordinator TePI Siantar-Simalungun selaku Kelompok Kerja (Pokja) kepada SimadaNews.com, menerangkan, diskusi publik akan digelar di Hapoltakan Cafe Simalungun City Hotel Pematangraya, Jumat 11 Oktober 2019.
Armada menerangkan, Pemilu 2019 lalu meninggalkan beban bagi bangsa ini. Pembelahan dan polarisasi tajam atas dasar SARA menjadi momok yang terus menghantui perjalanan kebangsaan ke depan.
“Hal ini tentu harus kita antisipasi dan tangani bersama. Sebab jika tidak maka konflik, perpecahan atau disintegrasi bangsa rasanya merupakan sesuatu yang bisa saja terjadi,” katanya.
Dia menyebutkan, Setelah Pemilu 2019 usai, kini akan menghadapi Pilkada Serentak 2020. Setidaknya ada 270 daerah yang akan Pilkada, salah satunya adalah Kabupaten Simalungun. Dan ada kekhawatiran, apa yang terjadi dalam Pemilu lalu bisaa terulang, sehingga harus ada sesuatu yang dilakukan.
“Paling tidak untuk memastikan agar isu dan situasi yang sama, sebagaimana yang kita alami dalam Pemilu lalu, tidak akan terulang lagi,,” ujar Armada.
Armada menyebutkan, menyikapi situasi bangsa, gereja juga tak boleh diam. Ada kebutuhan untuk bersikap dan terlibat. Paling tidak menjadi elemen yang makin memperkuat ikatan dan kohesi kebangsaan.
“Dalam diskusi publik nanti, akan ada rumusan-rumusan peranan gereja untuk penguatan kapasitas pemilih dalam Pilkada 2020 dan menjalin relasi dengan elemen kebangsaan lain, baik agama, suku maupun kelompok masyarakat lainnya guna mempertahankan nilai-nilai kebangsaan,” sebutnya.
Armada menambahkan, diskusi publik akan dipandu Marjo Situmorang sebagai moderator. Sedangkan yang menjadi pembicara direncanakan, Ketuga PGI Pdt Albertus Patty, Dosen STT HKBP Siantar Pdt Saut Sirait, Pengurus PNPS GMKI Drs Marim Purba, Koordiantor TePI Indonesia Jeirry Sumampow, Anggota DPRD Sumut Saut Bangkit Purba, Ketua KPU Simalungun Raja Ahab Damanik dan Komisioner Bawaslu Simalungun Michael Siahaan.
“Kita berharap, hasil diskusi publik nantinya, bisa bermanfaat bagi elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kekondusifan di Simalungun menjelang dan sesudah Pilkada 2020,” katanya.(snc)
Editor: Hermanto Sipayung


