• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang
Hermanto Sipayung

Hermanto Sipayung

Emang…Badan Usaha Milik (maaf) Nenek Loe?

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
18 November 2019 | 13:38 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

BASUKI Tjahaya Purnama yang kini lebih suka dipanggil BTP, sudah dipanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir, beberapa waktu lalu.

BTP dikabarkan akan menempati posisi strategis di salah satu perusahan  BUMN. Meskipun belum diketahui di perusahaan mana, tapi tiba-tiba publik diramaikan dengan penolakan terhadap BTP. Dan paling kencang, itu berasal dari Serikat Pekerja Pertamina. Loh…kok bisa?

Serikat Pekerja malah sudah membuat berbagai statmen dan spanduk penolakan atas akan kehadiran BTP di Pertamina. Padahal, kan belum tentu BTP akan dihunjuk menjadi pejabat di Pertamina.

Lalu kenapa ada sikap penolakan?  Ada pada di Pertamina? Apa pulak yang merasuki pengurus Serikat Pekerja Pertamina hingga membuat mereka melakukan penolakan?. Hihi… macam lirik lagu yang lagi viral itu ya…

Namun sekelumit yang tersiar di publik, para serikat pekerja Pertamina menolak BTP, karena BTP dinilai kasar. Bicaranya galak, suka mengeluarkan kata-kata kotor dan suka buat kegaduhan.

Loh…alasan yang terkesan dibuat-buat. Apa salahnya dengan ucapan kasar? Galak? Bahkan mengeluarkan kata kotor sekalipun?.

Mungkin apa yang disampaikan para serikat pekerja itu. Benar adanya. Tapi, nggak adalah hubungan berkata kasar dan galak, dalam membenahi kondisi perusahaan plat merah itu.

Toh, dulu BTP kasar kepada ulah-ulah pejabat di DKI yang sering menyalahgunakan kewenangan. Pejabat yang koruptip, pegawai yang malas dan pegawai lainnya, yang bertujuan sebenarnya untuk kebaikan penyelenggaraan pemerintah.

Nah, kalau begitu apakah di perusahan itu sering terjadi penyalahgunaan kewenangan? Masih ada sikap koruptip? Dan pegawai yang malas bekerja? Oh,,,kalau itu pantas mereka menolak BTP, karena BTP akan memberanguskan mereka-mereka itu.

Lalu, apa hak mereka menolak BTP? Lalu bisakah serikat pekerja mengintervensi pemerintah (Presiden dan Menteri BUMN) untuk menentukan siapa yang menjabat di perusahaan itu?.

Entah apa lagi yang merasuki para pengurus serikat pekerja itu. Dan anehnya lagi, sejumlah oknum pengamat yang kalau saya sebut perasaan pengamat, ikut-ikutan menolak BTP dihunjuk menjadi pejabat di perusahaan BUMN.

Oknum pengamat yang sok pengamat itu, membuat berbagai alasan. Dan entah alasan apa lagi yang mereka karang untuk menolak BTP.

Mulai dari BTP pernah dihukum penjara, kader parpol dan macam-macam lah. Dan jujur, alasan-alan mereka-mereka yang sok pengamat itu, membuat sejumlah orang termasuk saya yang tinggal di kota bermotto “Sapangambei Manoktok Hitei” tersenyum bahkan tertawa terbahak. Sebab, apa yang mereka sampaikan sepertinya tak mereka pahami.

Meski pun saya juga tidak memahami secara teknik bagaimana proses penghunjukan pejabat di perusahaan BUMN. Tapi paling tidak, filosopi pemerintah menghunjuk seseorang menduduki jabatan strategis di perusahan BUMN, pasti untuk melakukan perbaikan, pembenahan yang selama ini mungkin kebobrokannya sudah level akut.

Saya tidak ingin merinci syarat apa saja yang harus dipenuhi BTP supaya layak menjadi pejabat strategis di perusahan BUMN. Toh, sepanjang pemerintah menganggap BTP memenuhi syarat dan layak. Ya silahkan saja.

Berikan kesempatan bagi BTP memperbaiki apa yang perlu diperbaiki di perusahaan milik negara ini. Dan tugas para pekerja yang akan dipimpin BTP, bekerjalah secara profesional.

Berubah gaya bekerja dan tida perlu menakutkan kehadiran BTP bila benar-benar bekerja dengan baik selama ini. Tak perlu membuat penolakan dengan berbagai macam alasan. Apalagi, alasan yang tak masuk akal.

Atau bila nanti benar BTP sudah dihunjuk, para pekerja yang tak mau bekerja dengan baik, yah secara profesional mundur saja..cari pekerjaan lain. Sederhana sebenarnya kan?.

Kalau serikat pekerja suka-sukanya menolak, sukanya intervensi terhadap pemerintah atas suatu kebijakan untuk kebaikan, Bah…enak kali para serikat pekerja itu. Emang perusahan itu Badan Usaha (maaf) Nenek Loe?. Sekali lagi, bagi mereka-mereka yang menolak, introfeksi dirilah jangan sok bersih. (*)

Penulis: Hermanto Sipayung, tinggal di kota berhawa sejuk bermotto “Sapangambei Manoktok Hitei”

Peristiwa

Alumni UHKB Nommensen Pematangsiantar Diminta Jadi Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdampak

20 Juni 2026 | 20:33 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba Kembali Dibekuk, Polres Tebing Tinggi Sita 18,47 Gram Sabu

20 Juni 2026 | 19:47 WIB
Pesona

Tiga Dermaga Resmi Jadi Aset Pemkab Samosir, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Danau Toba

20 Juni 2026 | 15:15 WIB
Peristiwa

Truk Fuso Milik PTPN IV Terlibat Kecelakaan dengan Sepeda Motor di Simarimbun, Pengendara Luka-luka

20 Juni 2026 | 10:48 WIB
Peristiwa

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora Parluasan Diverifikasi, Pemko Siantar Percepat Penyaluran Bantuan

20 Juni 2026 | 08:44 WIB
Pesona

Vandiko Gultom Resmikan Bengkel Kapal Permanen Pertama di Danau Toba, Keselamatan Pelayaran Makin Terjamin

19 Juni 2026 | 22:42 WIB
Peristiwa

Kapolda Sumut Rotasi Jabatan Strategis di Polres Siantar-Simalungun

19 Juni 2026 | 22:26 WIB
Peristiwa

Kasus Pembunuhan Jaka Malau di Taman Bunga! Polisi Sudah Tahan Dua Pelaku, Empat Lagi Diburu

19 Juni 2026 | 20:34 WIB
Peristiwa

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Siantar Barat Salurkan Bansos ke Panti Asuhan Taruna Melati Muhammadiyah/Aisyiyah

19 Juni 2026 | 12:52 WIB
Pesona

Bupati Samosir Terima Hibah Aset Rp22,8 Miliar dari Kementerian PU, Perkuat Pariwisata dan Lingkungan Berkelanjutan

19 Juni 2026 | 11:31 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto