SimadaNews.com– Program hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dinilai mampu mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi, termasuk konstruksi, properti, dan industri pendukung lainnya.
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia memiliki berbagai komoditas strategis yang dibutuhkan pasar global. Melalui kebijakan hilirisasi, komoditas tersebut tidak lagi hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Komitmen pemerintah terhadap program hilirisasi semakin diperkuat dengan hadirnya Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai ekonomi SDA, tetapi juga membuka peluang investasi yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya.
Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan bahwa penyelenggaraan Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 di NICE PIK-2 dirancang bukan sekadar sebagai pameran, melainkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan menyatukan Megabuild, Keramika, dan Megaproperty, kami menghadirkan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti terbaik agar seluruh pemangku kepentingan dapat berakselerasi dalam satu platform,” ujar Royanto.
Senada dengan itu, Direktur Pelayanan Perencanaan Zona Investasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Haryo Yudo Sedewo, menegaskan bahwa investasi diharapkan menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, investasi tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong lahirnya industri baru, memperkuat perdagangan internasional, hingga meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Pertumbuhan industri akan menciptakan permintaan impor bahan baku sekaligus mendorong ekspor produk bernilai tambah. Kondisi ini dapat menghasilkan surplus perdagangan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan peringkat kredit investasi Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, investasi hilirisasi juga diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara, mempercepat transfer teknologi, serta memperkuat kapasitas industri nasional yang menjadi penopang pembangunan masa depan. Selain itu, hilirisasi diyakini dapat melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan hilirisasi adalah Sumatera Selatan. Provinsi ini memiliki sumber daya alam melimpah seperti minyak dan gas bumi, batu bara, kelapa sawit, serta karet yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Pengembangan industri hilir di sektor-sektor tersebut diyakini akan memacu pertumbuhan sektor konstruksi sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur dan kawasan industri.
Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi daerah, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mencanangkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus “Mercusuar Sumatera Selatan”.
Proyek pelabuhan laut dalam senilai sekitar US$1,2 miliar tersebut dirancang menjadi pusat logistik multimoda berskala internasional yang mampu mengatasi kendala logistik sekaligus meningkatkan daya saing ekspor komoditas unggulan daerah.
Keberadaan pelabuhan ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik investasi baru bagi industri hilirisasi di Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
Atas berbagai upaya tersebut, Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) memberikan penghargaan kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebagai “Gubernur Visioner Pengembangan Ekonomi” dalam peluncuran Mega Construction yang merupakan bagian dari rangkaian Megabuild 2026.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumatera Selatan, Dedi Rachmadi, dan diserahkan langsung oleh Chairman FSII Tito Loho yang didampingi Advisor FSII Pudji Untoro, Vice Chairman Women FSII Sarah Maryati, serta Presiden Direktur Panorama Media Royanto Handaya.
FSII berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan pembangunan ekonomi di Sumatera Selatan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis hilirisasi di Indonesia. (SNC)

