Acara penyaluran KUR khusus peternakan dilaksanakan serentak di 6 lokasi sentra peternakan, yaitu Kota Sumba Timur Provinsi NTT, Kota Magelang Provinsi Jateng, Kota Lampung Tengah Provinsi Lampung, Kota Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat dan Malang Jawa Timur.
Penyerahan serentak ini bertujuan untuk mensosialisasikan KUR Peternakan Rakyat kepada seluruh masyarakat diseluruh Indonesia.
Pada kesempatan teleconference dengan Darwin, peternak menyampaikan kendala lahan untuk penanaman hijauan. Menanggapi ini, Darwin menjanjikan akan mencarikan solusi.
Dia juga menyampaikan Presiden Jokowi telah memberikan ijin pemanfaatan hutan untuk dikelola selama 35 tahun oleh petani/peternak, yang dikenal dengan nama perhutanan sosial.
Menko Darmin memberi saran untuk beternak secara berkelompok, dengan berkelompok, maka perencanaan usaha akan lebih terstruktur dan mudah, serta skala usaha lebih efisien.
Masing-masing anggota bisa saling mengingatkan dan membantu bila ada permasalahan. Dalam sesi perbincangan dengan Amirudin, seorang peternak sapi asal Sinjai melalui video conference, Menko Darmin berpesan agar sebisa mungkin memanfaatkan fasilitas KUR yang disediakan pemerintah.
“Jangan takut KUR habis, karena kita siapkan banyak (plafonnya),” terangnya.
“Manfaatkanlah untuk membeli peralatan yang produktif,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan, total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan sebesar Rp21,29 miliar kepada 205 debitur, dengan rincian Malang Rp1,7 miliar kepada 15 debitur.
Magelang Rp1,6 miliar kepada 12 debitur, Garut Rp12,98 miliar kepada 150 debitur, Lampung Tengah Rp1,9 miliar kepada 12 debitur. Sumba Timur Rp2,3 miliar kepada 13 debitur, dan Sinjai Rp725 juta kepada 3 debitur.
Sementara itu Asisten II Perekonomian Pemprov Jawa Timur Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasi atas digulirkannya KUR khusus peternakan.
Jawa Timur berkontribusi 14 persen terhadap perekonomian nasional, kontribusi terbesar adalah dari industri pengolahan, kedua dari perdagangan dan kontribusi terbesar ketiga dari peternakan, walau perkembangan peternakan relatif kecil.
Menurutnya, Jatim punya potensi yang tinggi di sektor peternakan. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah sapi potong mencapai 4.6 jt ekor, atau 30 persen dari populasi nasional. Sama halnya dengan sapi perah, sebanyak 278 ribu ekor atau 51 persen dari populasi nasional.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mewakili Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyerahkan secara simbolis bantuan alat pencacah pakan ternak (chopper), penampung susu dan peralatan instalasi biogas.
I Ketut Diarmita menyampaikan, KUR Peternakan Rakyat merupakan bagian KUR Khusus yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster, dengan menggunakan mitra usaha baik penjamin pasar (off taker) maupun penjamin kredit (avalis), terutama untuk peternakan sapi dan ternak perah.
Sedangkan KUR peternakan dapat dimanfaatkan untuk untuk komoditas peternakan rakyat baik pembibitan dan budidaya sapi, domba dan kambing, ternak perah, babi, unggas, serta integrasi pertanian/perkebunan dengan peternakan.
Dia mengatakan, realisasi KUR sub sektor peternakan lebih tinggi dibandingkan Realisasi KUR Sektor Perikanan dan Sektor Konstruksi, dimana pada tahun 2018 sebesar 5,06 Triliun Rupiah dengan jumlah debitur sebanyak 222.264.
Disebutkannya, bahwa penyaluran KUR peternakan rakyat per tanggal 9 Februari 2019 telah disalurkan kepada 69 peternak di Wonogiri dan Magelang sebesar 8,9 milyar dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan BUMP PT Pengayom Tani Sejagat.(rel/snc)

