SimadaNews.com-Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Pelabuhan Kuala Tanjung, rencananya akan dijual. Dari hasil penjulan itu, diharapkan PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk bisa mendapat keuntungan Rp500 miliar.
Selain menjual jalan tol dan pelabuhan itu, perusahaan plat merah itu juga akan menjual jalan Tol Pandaan–Malang.
“Divestasi kami lakukan untuk aset kami yang kepemilikannya lebih dari 20 persen,’’ ujar Direktur Keuangan PT PP, Agus Purbianto, seperti dilansir SimadaNews dari JPNN, Kamis (2/5) siang.
Agus menyebutkab, di Jalan Tol Pandaan–Malang, kepemilikan saham PT PP mencapai 35 persen.
“Ini mau dioperasikan. Mungkin dalam beberapa hari karena sudah selesai. Seksi satu, dua, dan tiga, bahkan seksi empat sudah mau selesai,” lanjutnya.
Rencananya, kepemilikan saham PP dikurangi hingga tinggal 15 persen atau dijual 20 persen.
Tol Pandaan–Malang terdiri atas lima seksi dengan total panjang 38 kilometer. Seksi satu meliputi Pandaan–Purwodadi sepanjang 15 km, sedangkan seksi dua mencakup Purwodadi–Lawang 8 kilometer.
Seksi tiga meliputi Lawang–Singosari sepanjang tujuh kilimeter, seksi empat mencakup Singosari–Pakis 4 kilometer dan seksi lima meliputi Pakis–Malang 4 kilometer.
Selain itu, PP berencana menjual kepemilikan saham di Pelabuhan Kuala Tanjung.
“Target kami tahun ini sudah terjual. Uangnya bisa digunakan untuk investasi lagi karena capex (capital expenditure) tahun ini Rp9 triliun,” terangnya.
Komposisi capex 30 persen didapatkan dari internal dan sisanya, 70 persen, berasal dari pinjaman. Mayoritas belanja modal tersebut masih dikucurkan untuk sektor energi Rp3,3 triliun dan infrastruktur Rp2,4 triliun.
Perseroan saat ini memang membutuhkan banyak dana guna melanjutkan pembangunan sejumlah proyek.
Masih ada sekitar 150 jenis proyek yang harus dibangun. Selain proyek infrastruktur, PP terjun di bisnis properti dengan membangun sejumlah apartemen maupun transit oriented development (TOD) di beberapa kota seperti Jabodetabek dan Surabaya.
Sepanjang tahun ini, PP menargetkan dapat meraup kontrak baru Rp50 triliun. Namun, untuk semester pertama, PP diharapkan bisa membukukan laba Rp20 triliun.
Pada kuartal I 2019, perusahaan mendapat kontrak baru Rp 9,5 triliun. Angka itu melambat lantaran faktor pesta demokrasi berupa pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres).
Beberapa proyek yang diraih dalam tiga bulan pertama tahun ini adalah depo kereta api (KA) Makassar, KA Makassar–Pare-Pare, pesantren di Jogjakarta, Swiss-Belhotel dan smelter. (*/snc)
