SimadaNews.com-Kementetian Pertanian, kembali membuat terobosan dalam mensiasati dan menjaga stablitas harga pasar serta memotong rantai pasok yang selama ini, menimbulkan keresahan masyarakat akibat fluktuasi harga di konsumen, terutama pada saat masyarakat menyambut hari besar keagamaan.
Kini, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) hadir di Bogor dan menjadi unit ke-21 Nasional.
Agung Hendriadi, dalam sambutannya menyampaikan Apresiasi kepada jajaran Badan Litbang Kementan, yang merespon dengan cepat keinginan untuk mendirikan TTIC yang mendapat fasilitas gedung dan gudang di kawasan Pusat Penelitian Badan Litbang Kementan Cimanggu Bogor.
Agung, menyatakan TTIC, Wilayah Bogor menjadi spesial karena berada di kawasan penelitian Kementan. Di lokasi, terbangun sinergitas peneliti, petani, pedagang dan konsumen.
Uniknya lagi, TTIC itu harusnya berada di Kota Propinsi namun untuk wilayah Bogor yang memiliki 140 gerai TTI, keberadaan TTIC, menjadi strategis. Selain transaksi langsung dan melayani TTI di wilayah bogor, TTIC disini juga membuka E-Comerce yang sekarang volumenya sangat besar.
Agung berharap, keberadaan TTIC, mampu mempengaruhi fluktuasi harga di pasar, Daging beku Rp75 ribu, Bawang Putih Rp25 ribu, Beras Rp8.500 per Kilogram.
Sementara itu, Kabadan Litbang Kementan, Fajri, mengatakan, TTIC, Cimanggu, menjadi unik, karena sebagian besar produk yang dijual disini karya peneliti litbang kementan, yang dibudidayakan petani kita, melalui Gapoktan, kualitas produk sayur mayur sangat bagus dan organi.
Antusias Masyarakat Bogor, memang terlihat sangat positif dengan kehadiran TTIC Cimanggu Bogor, sebelum launching TTIC, Masyarakat sudah terlihat berbondong-bondong mendekati outlet komoditas yang diperdagangkan pagi ini, terutama Outlet Daging, Bawang Putih dan Merah, juga Beras.
Dari beberapa masyarakat yang dikonfirmasi dengan kehadiran TTIC Cimanggu, sangat senang dan menyambut baik, adanya inisiatif pemerintah, memfasilitasi kebutuhan masyarakat.
“Terimakasih Bapak Presiden, Bapak Mentan, yang selalu hadir dalam urusan rakyatnya,” kata ibu-ibu yang sedang mengantri pembelian daging di outlet TTIC. (snc)
Sumber:Humas Kementan
Editor: Hermanto Sipayung

