Analisis NTP jangka panjang menunjukkan semakin menguat, angka BPS berupa NTP Pertanian 2018 sebesar 102,46 naik 0,42 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar 102,03.
“Untuk NTP Tanaman Pangan 2018 sebesar 102,92 naik 4,12 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar 98,88. Begitu pun untuk NTUP 2014 hingga 2018 juga meningkat bagus, naik 5,39 persen,” tandas Bambang.
Hal senada diungkapkan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Ujang Paman Ismail, bahwa salah besar jika menjadikan NTP apalagi NTP bulanan untuk menyimpulkan tingkat kesejahteraan petani. Banyak variabel yang menjadi indikator peningkatan kesejahteraan petani.
“Misal, harus dilihat juga jumlah penduduk miskin di perdesaan yang terus menurun. Pada Maret 2015 masih sekitar 17,94 juta jiwa dan pada bulan yang sama tahun 2016 dan 2017 turun menjadi 17,67 juta jiwa dan 17,09 juta jiwa,” katanya.
“Jadi, program pertanian era saat ini tidak hanya sebatas meningkatkan produksi, tapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia sebagai pelaku utama dalam sektor pertanian,” sebutnya. (rel/snc)

