• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Bisnis Maskapai Sriwijaya Air, Mulai dari Satu Pesawat hingga Berutang Sekitar $ 63 Juta

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
14 Januari 2021 | 08:57 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com – Kehadiran Sriwijaya Air di blantika penerbangan Indonesia sungguh mengagumkan. Dimulai hanya satu pesawat pada 2003, kini maskapai tersebut tercatat sebagai maskapai terbesar ketiga di tanah air. Hal ini, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (12/1), tak lepas dari strateginya, yaitu menerbangkan pesawat tua yang murah dan juga memilih rute-rute penerbangan yang banyak diabaikan para pesaing.

Maskapai menengah yang memiliki sedikit penerbangan internasional itu menjadi sorotan publik pada minggu ini ketika Boeing Co 737-500 yang berusia hampir 27 tahun miliknya jatuh di Laut Jawa pada hari Sabtu (9/1). Pesawat tersebut membawa 62 orang di dalamnya.

Perjalanan Sriwijaya dimulai pada 17 tahun yang lalu ketika kakak beradik Chandra dan Hendry Lie -yang keluarganya berkecimpung dalam dalam industri pertambangan timah dan garmen- dan mitra bisnis meluncurkan maskapai ini hanya dengan satu pesawat. Rute yang dipilih adalah kampung halaman mereka di Pangkal Pinang di Pulau Bangka ke Jakarta.

Sriwijaya Air fokus dalam menggarap rute lapis kedua dan ketiga sehingga memiliki pelanggan setia. Strategi ini membantunya dalam merebut hampir 10 persen pangsa pasar, di belakang Lion Air dan Garuda Indonesia.

“Mereka memiliki pendekatan bisnis yang masuk akal,” kata sumber industri yang tidak berwenang untuk berbicara di depan umum tentang para pendiri Sriwijaya.

Mereka menggunakan model bisnis konservatif untuk memperoleh pesawat tua dengan harga murah. Langkah itu dipilih daripada membeli pesawat baru seperti yang dilakukan maskapai yang berkembang pesat, seperti Lion Air, Grup AirAsia Malaysia Bhd dan VietJet Aviation JSC Vietnam.

Menurut situs web Planespotters.net, armada Sriwijaya dan anak usaha regionalnya NAM Air, rata-rata berusia hampir 20 tahun. Artinya usia pesawat mereka hampir tiga kali lebih tua daripada miliki Grup Lion Air.

Pesawat nahas yang jatuh dalam musibah Sriwijaya Air adalah jenis Boeing 737-500. Penyedia data penerbangan Cirium mengatakan armada tersebut adalah satu dari hanya 77 pesawat serupa yang tersisa yang masih beroperasi di dunia. Operator lain yang saat ini mengoperasikan Boeing seri serupa adalah termasuk maskapai seperti Nigeria Air Peace dan SCAT Airlines dari Kazakhstan.

Dua mantan karyawan Sriwijaya mengatakan kepada Reuters bahwa ada alasan strategis untuk mempertahankan pesawat seri lama karena biaya akuisisi yang lebih murah.

Kapasitas tempat duduk yang lebih kecil, yaitu 120, juga lebih sesuai untuk rute-rute tertentu, seperti Jakarta ke Pontianak.

Pesawat tua sebenarnya dapat dioperasikan dan aman seperti pesawat yang usianya yang lebih baru jika dirawat dengan tepat.

Meskipun hal tersebut membawa konsekuensi, yaitu biaya perawatan yang lebih tinggi dan juga penggunaan bahan bakar yang lebih boros.

Kementerian Perhubungan Indonesia mengatakan pada hari Selasa (12/1) bahwa pesawat Sriwijaya yang jatuh telah melewati pemeriksaan kelaikan udara pada bulan Desember.

Meningkatnya biaya pemeliharaan dan harga tarif yang rendah karena persaingan yang memanas membuat Sriwijaya pada tahun 2018 memiliki utang yang besar kepada anak usaha Garuda yang bergerak dalam bidang pemeliharaan pesawat, GMF AeroAsia.

Per 30 September 2020, Sriwijaya dan NAM berutang sekitar $ 63 juta kepada GMF AeroAsia. Garuda telah memperingatkan adanya kerugian perubahan nilai utang Sriwijaya sebesar $ 37,5 juta.

Status posisi keuangannya sejak dimulainya pandemi tidak jelas, tetapi seorang pilot Sriwijaya, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan ada pemotongan gaji dan pengurangan jumlah pesawat yang beroperasi selama pandemi.

Hal tersebut sejalan dengan banyaknya maskapai penerbangan global lain yang melakukan langkah serupa.

Pilot tersebut menambahkan bahwa maskapai tersebut juga telah mematuhi semua persyaratan pelatihan dan pemeliharaan selama pandemi.

Planespotters.net mengatakan Sriwijaya dan NAM memiliki 34 pesawat yang setengah dari angka tersebut sedang beroperasi.

“Pertanyaannya sekarang adalah apakah Sriwijaya, yang sudah dalam kondisi kesehatan finansial yang buruk, mampu mengatasi kecelakaan ini, karena Covid-19 telah melumpuhkan semua maskapai,” kata Shukor Yusof, kepala konsultan penerbangan Malaysia Endau Analytics. [voaindonesia]

Ekbis

Simalungun Kian Dilirik Investor, Raih Penghargaan Terbaik I pada PIISU 2026

15 Juni 2026 | 11:39 WIB
Peristiwa

Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Nilai Persaudaraan dan Iman Saat Buka Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Distrik V

14 Juni 2026 | 21:34 WIB
Peristiwa

Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut, Siap Sambut Ribuan Peserta

14 Juni 2026 | 19:44 WIB
Peristiwa

Traffic Light Ahmad Yani Kembali Padam, Warga Desak Pemko Siantar Bertindak Sebelum Timbul Korban

14 Juni 2026 | 18:57 WIB
Sudut Pandang

19 Anggota Sidi GKPS Haranggaol Resmi Diteguhkan, Siap Menjadi “Tentara Kristus Muda”

14 Juni 2026 | 17:03 WIB
Pesona

Juara TOTK 2026 Naik Podium, Bupati Samosir dan Sekdaprovsu Serahkan Hadiah kepada Pelari dari 34 Negara

14 Juni 2026 | 16:17 WIB
Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber