“Vox populi, vox veritatis” — suara rakyat adalah suara kebenaran.
Kita, masyarakat Haranggaol, lahir dan besar di tepi Danau Toba. Karena itu, polemik Keramba Jaring Apung (KJA) tidak boleh diselesaikan dengan saling tuduh dan saling menjatuhkan.
Kita memahami kekhawatiran soal kelestarian danau. “Salus lacus, salus populi” keselamatan danau adalah keselamatan rakyat. Jika air Danau Toba rusak, maka semua akan merasakan dampaknya.
Namun di sisi lain, kita juga harus melihat kenyataan bahwa banyak keluarga menggantungkan hidup dari usaha KJA. “Vivere est laborare” — hidup adalah bekerja. Jika ditutup tanpa solusi dan tanpa jalan keluar yang adil, lalu bagaimana nasib masyarakat kecil yang selama ini bertahan dari sektor itu?
Persoalan ini menjadi rumit karena bercampurnya banyak kepentingan. Ada warga, ada dugaan keterlibatan korporasi, ada aturan zonasi yang belum dipahami secara menyeluruh. Dalam situasi seperti ini, gosip dan prasangka justru hanya memperkeruh keadaan. Jangan sampai prinsip “divide et impera” adu domba — terjadi di kampung kita sendiri.
Karena itu, mediasi yang akan dilakukan minggu depan harus menjadi ruang untuk duduk bersama. “Concordia discors” bersatu dalam perbedaan. Kita semua sepakat bahwa Haranggaol adalah milik bersama, dan Danau Toba merupakan titipan untuk anak cucu kita.
Kita juga meminta agar aturan ditegakkan secara adil. “Aequitas omnibus” keadilan untuk semua. Tidak boleh hanya masyarakat kecil yang diatur, sementara pihak besar dibiarkan tanpa pengawasan.
Kita mengapresiasi langkah pemerintah yang bersedia memfasilitasi dialog. Kini tinggal bagaimana masyarakat, petani KJA, tokoh adat, dan seluruh pihak terkait mau duduk satu meja dengan kepala dingin dan hati terbuka.
“Pro futuro nostro” demi masa depan kita bersama. Jika kita mampu menjaga lingkungan tanpa mematikan penghidupan masyarakat, maka Haranggaol bisa menjadi contoh penyelesaian terbaik bagi kawasan Danau Toba.
Karena pada akhirnya, yang akan menanggung akibat dari keputusan hari ini bukan hanya kita, tetapi juga anak cucu kita di masa depan. (SNC)
Penulis: Soermadi Sinaga, Jurnalis SimadaNews Sertifikasi Wartawan Muda Dewan Pers.


