SimadaNews.com – Di tengah situasi pandemi yang tidak berkesudahan, perkumpulan Harungguan Sinaga Boru Panogolan (HSBP) Se-Jabodetabek, Rabu 20 Oktober 2021 mengadakan acara Marsombuh Sihol dan Patappei Sihilap, adalah acara temu kangen sekaligus pelantikan pengurus baru periode 2021–2026.
Tema acara “Hasadaon Na Marsanina, Boru, Panogolan, Patubuhkon Malas Ni Uhur” yang berarti kesatuan yang bersaudara menumbuhkan sukacita. Sementara sub tema Mangarahkon Haganup Anggota HSBP Ase Totap Marmalas Ni Uhur Agepe Mandompakhon Pandemi Covid-19 yang berarti mengajak semua anggota HSBP agar tetap dalam suka cita walau sedang menghadapi pandemic Covid-19.
“Tujuan kita bukan sekedar bertemu dan manortor. Dengan bertemu satu sama lain, membuat kita jadi lebih saling mengetahui keadaan antara satu sama lain. Dan karena itu, menjadi lebih saling memperhatikan. Apalagi pertemuan diadakan dalam acara Marsombuh Sihol yang riang gembira manortor bersama, setiap kita akan menjadi semakin tegar dalam menghadapi kesulitan akibat pandemi ini. Itu harapan kita,” kata Ketua HSBP Wilayah Jabodetabek, St. Ir. Rijen Lamri Sinaga dalam rapat panitia Minggu, 17 Oktober 2021 di gedung Sardo Group di perempatan Jalan Salemba – Pramuka.
“Untuk itu kita meminta kepada ketua panitia sanina Sintua Bagus Sinaga mengadakan aksi sosial kepada anggota yang sangat terdampak di cabang-cabang,” kata Rijen Lamri.
DIANTAR LAGU PATUNGGUNG SIMALUNGUN
Dalam acara yang dilaksanakan di gedung Cut Nyak Dien dalam kawasan Buperta Cibubur tersebut, dari kantor pusat di Pematang Siantar hadir Ketua Umum HSBP Bishop Prof. Dr. Poltak Sinaga, M.Si didampingi Ketua DPP HSBP Sarolim Sinaga beserta istri serta Sekretaris Umum HSBP St. Drs. Karmidin C Sinaga beserta istri.
Mereka datang untuk melakukan patappei sihilap kepada 15 Pengurus HSBP Wilayah Jabodetabek. Kelima-belas nama itu adalah Ir. Rijen Lamri Sinaga (Ketua), dr. Friens Pardearan Sinaga (Wakil Ketua 1), Ir. Sonang Paruhuran Sinaga (Wakil Ketua 2), Eston Sinaga (Sekretaris), Gorga Sinaga (Wakil Sekretaris), Ir. Jhon Hardman Sinaga (Bendahara), Bagus Sinaga (Wakil Bendahara), Rotuahman Sinaga (Kordinator Bidang Adat dan Budaya) dengan anggota Sarifuddin Sinaga, Jan Luberson Sinaga serta Ramauli Sinaga, Ir. Josri Onie Martuahalam Sinaga (Kordinator Bidang Seni & Pemuda), Sudirman Sinaga (Kordinator Bidang Organisasi dan Keanggotaan) dengan anggota Juniar Sinaga, Julvanal Dharmayanto Sinaga (Kordinator Bidang Humas, Publikasi & Multimedia), serta Wanmasdin Sinaga (Kordinator Bidang Kewirausahaan).
Mengawali rangkaian prosesi patappei sihilap, Benjamin Sinaga, pembawa acara khusus sesi patappei sihilap dari pihak panitia, mengajak semua hadirin untuk mendengarkan lagu berjudul Patunggung Simalungun yang dibawakan dengan sangat baik oleh Sitalasari Trio. Selanjutnya Benjamin Sinaga menyerahkan acara kepada Jansius Sinaga sebagai pembawa acara dari pihak DPP.
Wakil Ketua Panitia, Jason Sinaga menyampaikan bahwa lagu Patunggung Simalungun tersebut sengaja dipilih untuk dinyanyikan mengawali prosesi patappei sihilap untuk lebih menggugah rasa persatuan di hati semua yang hadir, sehingga baik yang dipatappei sihilap maupun seluruh undangan terdorong untuk ikut berperan melancarkan jalannya prosesi.
Jansius Sinaga memperkenalkan 3 orang Dewan Paratas Na Bolon atau Dewan Penasehat HSBP yang ikut menyaksikan jalannya acara patappei sihilap. Mereka adalah Marthin Sinaga sebagai ketua beserta 2 anggota Dewan Paratas Na Bolon yakni Robert Sinaga dan Rudi Jaksin Sinaga yang masing-masing hadir didampingi istri.
Prosesi patappei sihilap diawali dengan acara maranggir yang karena situasi, hanya diwakili Ir. Rijen Lamri Sinaga beserta istri selaku Ketua HSBP Wilayah Jabodetabek.
Sebagaimana terlihat dalam rekaman acara tersebut, prosesi maranggir dilakukan dengan mengusapkan air yang diciduk dari mangkuk putih, ke wajah dan rambut.
Setelah itu, keduanya meminum air dari mangkuk yang berbeda. Sebagaimana dikatakan dalam kesempatan yang sama oleh panatang atur, semua disesuaikan dengan situasi. Yang dimaksud adalah pandemi covid yang belum reda betul. Namun dalam kesempatan itu juga Sang Sekretaris Umum Karmidin C Sinaga mengatakan bahwa prosesi patappei sihilap yang dilaksanakan tersebut sudah berdasarkan kajian pada sejarah patappei sihilap di masa lalu di Simalungun.
Usai maranggir, selanjutnya Ketua Umum Poltak Sinaga memasangkan perangkat pakaian adat Simalungun kepada Ketua Wilayah Rijen Lamri Sinaga, yakni berupa hiou yang dililitkan ke pinggang, hadang-hadangan yang diselempangkan di bahu kanan, pisau yang diselipkan di balik lilitan hiou di depan perut, serta ikat pinggang yang terbuat dari perak. Demikian juga kepada istri, yang dilakukan oleh istri dari panatang atur dibantu istri dari Ketua Dewan Paratas Na Bolon Marthin Sinaga. Semua yang dikenakan tersebut dijelaskan maknanya satu persatu oleh panatang atur.
Setelah prosesi yang diwakili oleh pasangan Ketua Wilayah tersebut, acara dilanjutkan dengan patappei sihilap, yakni menyelipkan sihilap ke gotong dan bulang dari setiap yang dilantik. Gotong adalah nama pakaian adat penutup kepala pria khas Simalungun yang terbuat dari batik. Sementara sihilap seperti terlihat dalam rekaman video di youtube, adalah serangkaian tumbuhan antara lain beberapa lembar daun silanjuyang (red, sebagian mengatakan sihanjuang) serta bunga-bungaan, salah satunya bunga pohon pinang serta bunga tumbuhan lain yang kurang jelas terlihat jenisnya. Namun semua disebut jenisnya termasuk penjelasan maknanya oleh panatang atur.
Usai menaruh sihilap, dilanjutkan dengan mamirpiri, yakni memercikkan air menggunakan serangkaian dedaunan, ke atas kepala yang di patappei sihilap. Ini dilakukan oleh Ketua DPP Sarolim Sinaga. Di belakang beliau menyusul sang istri mamborastengeri, yakni menaruh sejumput beras ke atas kepala yang dipatappei sihilap. Pelaksanaan prosesi itu disaksikan dengan seksama oleh para Dewan Paratas Na Bolon yang berjalan mengiringi dari belakang mereka.
Usai patappei sihilap kepada pengurus wilayah, acara dilanjutkan dengan prosesi patappei sihilap yang dilakukan oleh pengurus wilayah yang baru dipatappei sihilap, kepada 15 pengurus cabang HSBP di wilayah Jabodetabek, serta kepada pengurus Namaposo Harungguan Sinaga Boru Panogolan disingkat NHSBP yang adalah perkumpulan dari para pemuda di lingkungan HSBP. Kelima belas cabang HSBP Jabodetabek itu adalah Cabang Ciledug, Cabang Depok, Cabang Bekasi, Cabang Cikarang, Cabang Tangerang, Cabang Pasar Kemis, Cabang Jakarta Barat, Cabang Jakarta Timur 1, Cabang Jakarta Timur 2, Cabang Jakarta Timur 3, Cabang Harapan Indah Bekasi, Cabang Pasar Rebo – Cimanggis, Cabang Duri Kosambi Cipondoh, serta Cabang Pamulang Ciputat Kebayoran.
Walau acara cukup formil kelihatannya, namun semua yang hadir tampak mengikuti rangkaian prosesi patappei sihilap tahap demi tahap dengan tekun hingga selesai melewati jam makan siang normal. Padahal acara sudah dibuka sejak pukul 9 pagi yang diawali dengan acara kebaktian dipimpin 3 orang pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), antara lain Pdt. Hamonangan Sinaga. Pdt Raja Sinaga serta Pdt. Paran Leo Girsang.
MARSOMBUH SIHOL
Marsombuh Sihol atau temu kangen yang menjadi judul besar acara, dilaksanakan usai prosesi patappei sihilap. Sesi ini diisi dengan acara manortor saling sambut antar cabang, dimana kelompok yang datang membawa siluah atau oleh-oleh berupa nampan berisi lembaran-lembarang uang. Yang disambut kemudian berperan sebagai penyambut kelompok lainnya. Demikian terus hingga semua kelompok menerima dan memberi sambutan dengan menari, sebagaimana terlihat dalam video rekaman di youtube.
Di sela-sela acara, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga atau lebih dikenal dengan panggilan RHS, hadir menyapa semua peserta melalui aplikasi zoom.
Selain menyapa semua yang hadir, dalam sambutannya Bupati RHS menyatakan kalau dirinya bisa menjabat, termasuk karena dukungan HSBP dan beliau berterima kasih.
Dalam sambutannya, RHS yang saat itu berada di kota Parapat dalam rangka rapat terbatas terkait KJA (Keramba Jaring Apung), mengajak kader-kader dan putra putri terbaik di HSBP untuk datang ke Simalungun dan bersama-sama membantu membantu Tanoh Habonaron do Bona Simalungun.
Secara berseloroh, RHS mengatakan, kalau bisa periode depan tetap marga Sinaga pemegang tongkat kepemimpinan di Simalungun. Dan sebelum undur diri, RHS menjanjikan tanda suka cita Rp20 juta darinya untuk kesuksesan acara.
Selain bupati Simalungun, walau hanya melalui rekaman video, Direktur Utama Badan Pengembangan Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Bernando Simanjuntak juga turut menyampaikan sambutan.
Jimmy mengajak hadirin mensukseskan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum HSBP Prof Dr. Poltak Sinaga sebelumnya kepada hadirin, yakni pagelaran budaya dan adat Simalungun di Open Stage Parapat pada 22 Juli 2022 mendatang.
Turut hadir dalam acara tersebut, beberapa yang mewakili perkumpulan-perkumpulan marga Simalungun, antara lain Harungguan Saragih Sumbayak, Harungguan Saragih Garinggin serta perkumpulan marga Purba Pakpak.
“Acara kita laksanakan mengikuti aturan yang berlaku. Yang boleh ikut serta ke gedung, hanya yang sudah mendapat 2 kali vaksin, memakai masker dan menjaga jarak, serta sepanjang acara berlangsung, gedung hanya terisi sebanyak 400 orang atau 50 persen dari kapasitas gedung,” kata ketua panitia, Bagus Sinaga. (***)

Discussion about this post