SimadaNews.com-Para ulama Islam sedunia sangat sayang Indonesia. Sebab, sepertujuh penduduk Islam dunia berada di Indonesia. Para ulama Islam sedunia meyakini, Indonesia akan aman, jaya, Islam bangkit dan sukses, apabila Ir Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih menjadi Presiden Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Dewan Pembina Jaringan Masyarakat Muslim Membangun (JM3), Habib Sayid Ir R Haidar Alwi MT, ketika memberikan sambutan pada pelantikan pengurus DPW-JM3 Sumut yang dirangkai dengan deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin pada Piplres 2019, Sabtu (9/3) lalu di Istana Maimon Kota Medan.
“Saya bertemu dengan para ulama Islam sedunia. Itulah yang mereka sampaikan. Para ulama menyangi Indonesia dan meyakini Indonesia Jaya, Islam Sukses dan Bangkit di kepemimpinan Jokowi,” katanya.
Habib Sayid mengaku, atas dukungan yang disampaikan para ulama Islam dunia itu, dia memohon doa dan menyampaikan terimakasih kepada para ulama mewakili masyarakat Indonesia.

“Atas respon para Ulama Islam se-Dunia, saya mewakili masyarakat Indonesia pada beberapa pertemuan menyampaikan terimakah dan memohon doa atas pesan yang disampaikan itu,” kata Habib Sayid.
Ketua Umum JM3 Syaiful Amin Lubis, usai melakukan pelantikan pengurus saat memberikan kata sambutan, menyampaikan, JM3 lahir berawal dari kegelisahan semakin banyaknya paham-paham yang dapat merusak keutuhan NKRI pada setiap perhelatan pemilihan kepala daerah.
Bahkan menjelang Pemilu Serentak, banyak isu-isu serta ujaran kebencian berita hoax, fitnah, disebar yang mengarah pada Poltik Tuna Adab, uang bisa memicu perpecahan di kalangan masyarakat.
“Atas kegelisahan itu, saya sengaja pergi ke Yogyakarta menemui Buya Syafi’i Maarif. Dan atas saran Buya, saya diminta bertemu dengan tokoh nasional Mahfud MD,” kisah Syaiful.

Syaiful melanjutkan, atas perbincangan dengan Buya Syafi’i Maarif dan pertemuan dengan Mahfud MD, serta sejumlah tokoh muslim nasional, maka lahirlah JM3 diawali dengan Dikusi Solutif Kebangsaan “Toa Api Nusantara” bertema “Bangkitnya Kedaulatan dan Martabat Rakyat dalam Demokrasi Pancasila yang Beradab” pada Mei 2018 digelar di Gedoeng Juang Jakarta.


