SimadaNews.com-Memeriahkan perayaan HUT ke-58 Pramuka, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Simalungun Gugus Depan 01-091–01-092 Racana Djunaid Oarinduri–Sariani AS Berpangkalan pada “UISU” Pematangsiantar, akan menggelar berbagai lomba permainan tradisional.
Perlombaan permainan tradisional, akan dipusatkan di Lapangan STAI UISU Jalan Sangnaualuh Damanik, Rabu 14 Agusutus 2019.
Ka. Dewan Racana Putra, Mhd Ikhsan Azhari dan Ka.Dewan Racana Putri, Desi Maria Susanti Harahap, didampingi Ketua Panitia Fajar Mauluddin, menuturkan, para peserta perlombaan nantinya diharapkan diikuti anggota pramuka yang berasal dari Gugus Depan (Sekolah) se-Siantar Simalungun.
Adapun permainan tradisional yang diperlombakan yaitu, Margalah/Gobak Sodor, Bola Keranjang, Bakiak/Trompa Raksasa dan Pecah Piring.
Fajar menjelaskan, perlombaan permainan tradisional itu sengajak dilakukan, supaya kader-kader Pramuka, mengetahui jenis-jenis permainan tradisional yang sudah ada sejak dahulu.
Dia mengungkapkan, beberapa mekanisme permainan tradisional yang akan diperlombakan, seperti margalah atau gobak sodor, merupakan permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 5 orang.
nti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Kemudian, permainan bola keranjang dimainkan dua tim yang berhadapan, dalam satu tim terdapat 8 pemain yang terdiri dari 4 pemain putra dan 4 pemain putri.
Setiap regu akan di bagi menjadi 2 vak (kamar) yang terdiri dari 4 orang pemain masing-masing vaknya. Tiap vak pemain tersebut terdiri dari 2 orang putra dan dua orang putri.
“Permainan ini perlu koordinasi yang sangat tinggi antara pemain satu tim, karena menggabungkan kemampuan fisik dan mental antara pemain putra dan pemain putri dalam memenangi pertandingan,” pungkas Fajar.
Selanjutnya, kata Fajar, permainan bakiak atau terompa raksasa adalah permainan tradisional yang sering ditemui dengan jumlah tim minimal tiga orang.
Semakin banyak jumlah orang dalam satu tim, akan semakin sulit mengkoordinasikan tim. Oleh karena itu, selain melangkahkan kaki dengan tegas permainan ini juga berfungsi melatih kepemimpinan bagi kedua tim.
“Permainan ini mengasah koordinasi antara seluruh tim, agar dapat berjalan serempak dengan langkah yang sama sehingga tidak terjatuh,” kata Fajar.
Terakhir, permainan pecah piring yang sejak dahulu sudah ada di Indonesia. Permainan ini juga mengasah kebersamaan tim untuk bisa memenangkan pertandingan.
“Jadi semua permainan yang diperlombakan, pada intinya memberikan pembelajaran bagi kader-kader pramuka untuk menjaga kedisiplinan, kebersamaan serta memupuk kerjasama antara satu sama lain,” pungkas Fajar. (snc)
Editor: Hermanto Sipayung


