SimadaNews– Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menghidupkan tradisi leluhur Batak melalui pelaksanaan Event Budaya Horja Bius Mangalat Horbo dengan ritual sakral “Pasahat Horbo Lae-Lae Tu Dolok Pusuk Buhit”, yang digelar di Sosor Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kamis (29/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Horas Samosir Fiesta 2026 ini berlangsung selama dua hari, 28–29 Mei 2026. Horja Bius digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil alam yang melimpah sekaligus doa bersama untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Sang Pencipta.
Berbagai prosesi adat mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari mangkarihiri, yakni mengikat moncong kerbau dengan jalinan rotan, tortor massal marsiadapari yang menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Batak, hingga pertunjukan mossak, seni bela diri kuno khas Batak. Pada malam harinya, suasana semakin semarak melalui acara Senandung Bona Pasogit yang menghadirkan sejumlah artis lokal.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Batak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kekayaan budaya jangan sampai redup. Kita harus terus menggalakkannya melalui atraksi budaya yang dapat dinikmati masyarakat Samosir maupun wisatawan yang berkunjung ke Samosir,” ujar Ariston.
Menurutnya, ritual Horja Bius yang melibatkan Raja Bius dari Kenegerian Limbong dan Sagala tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ariston berharap geliat pariwisata yang terus tumbuh di Samosir dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan warga di Kecamatan Sianjur Mulamula.
Ia juga mengajak masyarakat menerapkan filosofi Poda Na Lima, yakni menjaga kebersihan jiwa, tubuh, pakaian, rumah, dan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang bersih, sehat, dan ramah wisata.
Dukungan terhadap pelestarian budaya Batak juga disampaikan Jonny Sagala bersama Pantas Limbong yang mewakili DPRD Samosir. Keduanya menilai Horja Bius layak dijadikan agenda budaya unggulan daerah.
“Setiap event budaya harus kita dukung dan sukseskan. Ke depan, kami akan mengupayakan anggaran untuk penataan lokasi agar menjadi lebih baik sehingga pariwisata di Sianjur Mulamula semakin berkembang,” ujar mereka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, termasuk Rikardo Hutajulu, Asisten II Pemkab Samosir Hotraja Sitanggang, para pimpinan OPD, unsur kepolisian, kejaksaan, pemerintah desa, serta perwakilan pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Samosir.
Dengan terus digelarnya Horja Bius, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tetap terjaga sekaligus menjadi kekuatan baru dalam mendorong sektor pariwisata berbasis budaya di kawasan Danau Toba. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho


