SimadaNews.com-Briptu F Tanjung dan dua rekannya yakni Parman Saragih serta Rama Rinanda, sudah dua kali beraksi melakukan pencurian dengan cara merampas. Modus yang dilakukan kepada target korban, dengan cara berpura-pura memeriksa atau merazia kepemilikan narkoba.
KBO Satreskrim Polres Siantar Ipda Sutari kepada SimadaNews, Senin (2/4) mengaku, pasca penangkapan terhadap Briptu F Tanjung dan dua rekannya sudah resmi dijadikan sebagai tersangka, karena ketiganya melakukan perampasan. Bahkan, ketiganya sudah dua kali beraksi.
Aksi pertama dilakukan pada 27 Maret lalu di seputaran Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar Timur, sesuai Laporan pengaduan No: LP/149/III/2018/SU/STR .
Aksi kedua, 0tanggal 1 April tahun 2017 di Jalan Pdt Justin Sihombing, Kecamatan Siantar Timur tepatnya depan Kantor PT STTC sesuai laporan pengaduan No:LP /150/IV/2018/SU/STR.
Saat aksi kedua, ketiga tersangka datang boncengan mengendarai sepedamotor Yamaha RX King warna hitam lis Hijau BK 5805 HP, kemudian memberhentikan mobil pick up L300 dikemudikan Sintong Lubis (25) di Jalan Pdt Justin Sihombing.
Tersangka Briptu F Tanjung, mengaku anggota polisi dan akan melakukan pemeriksaan narkoba kemudian tersangka Bocor menodongkan pisau cutter sekaligus mengambil tas korban warna Coklat Merk Polo berisi uang kontan Rp5 juta dan handphone merek ViVo.
Setelah berhasil merampas barang-barang korban, ketiganya kabur mengendarai sepedamotor Yamaha RX King dikendarai tersangka Nanda.
“Perampasan itu bermodus pemeriksaan narkoba karena Briptu F Tanjung mengaku polisi. Uang kontan Rp5 juta milik korban telah dihabiskan ketiga tersangka dengan berfoya foya di salah satu tempat hiburan di Kota Siantar. Tersangka Briptu F Tanjung dan kedua tersangka lain tetap ditahan di RTP Polres Siantar ini kemudian akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Ipda Sutari mengakhiri.
Sementara informasi lain dihimpun, tersangka Briptu F Tanjung merupakan mantan Ajudan Kapolres Simalungun AKBP Heri Sulesmono pada Tahun 2015 yang lalu. (esa/mas/snc)