• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

Warga Pedalaman Papua Rasakan Harga Terjangkau Berkat Jembatan Udara

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
5 Desember 2019 | 14:34 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Program  Jembatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, sangat  dirasakan oleh masyarakat di pedalaman Papua Kalimantan dan Sulawesi, khususnya daerah-daerah yang secara geografis memang tidak dimungkinkan dijangkau oleh moda lain selain transportasi udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara , Polana B, Pramesti mengatakan bahwa  Jaringan rute perintis Tahun 2019 adalah 190 rute penumpang, 39 rute kargo dari 19 koordinator wilayah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan khususnya untuk  Papua dan Papua Barat memiliki 120 rute  perintis .

“Tahun 2019 ini, rute angkutan udara perintis penumpang  dan  angkutan udara perintis kargo  yang dikenal dengan jembatan udara  terbesar dilayani didaerah Papua dan Papua Barat dengan harapan  dapat mendukung penurunan disparitas harga pada daerah terpencil yang tidak dapat dilayani oleh moda lain” jelas Polana di Jakarta.

Hal ini juga disampaikan oleh, warga Pegunungan Bintang  – Papua , Yohanes F Kayarmabin Pria 35 tahun Sehari-hari ia menjabat sebagai Direktur Gudang Penyimpanan Kargo Bersubdisi di Bandara Oksibil itu sangat antusias bercerita terkait dengan menurunnya harga-harga barang di wilayahnya.

“Turunnya bisa sampai dengan 50 persen, bahkan 70% persen untuk komoditi tertentu dan , warga girang bukan kepalang,  luar biasa, Program Subsidi Kargo ini sangat membantu kami. Beras ukuran 25 kilogram yang semula harganya Rp 800 ribu rupiah kini bisa didapat dengan harga Rp 500 ribu. Begitu pun kebutuhan pokok lain seperti minyak, garam, gula, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, kopi, mie instan, sampai ikan sarden, sabun mandi, dan pampers,” papar Yohanes

Itu semua terjadi berkat program jembatan udara  yang diperintahkan Presiden Jokowi melalui Kementerian Perhubungan. Lewat program ini, kebutuhan pokok dari Tanah Merah ke Oksibil diangkut dengan biaya ditanggung negara.

Pegunungan Bintang atau Pegubin, misalnya. Kabupaten berpenduduk hampir 90 ribu jiwa ini 90 persen wilayahnya terletak di dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian antara 400 sampai dengan 4.000 meter di atas permukaan laut.

Pegubin menjadi salah satu kabupaten di Papua yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini. Kabupaten pemekaran dari Jayawijaya itu memiliki luas wilayah 14.655,36 km² yang terbagi menjadi 34 distrik -wilayah setingkat kecamatan- dengan Oksibil sebagai ibu kotanya.

Yohanes berharap, penerbangan yang membawa kargo bersubsidi bisa lebih ditingkatkan.

“Pertama, harus dipastikan penerbangan yang setiap hari antara 3-5 kali berjalan lancar dan konsisten. Berikutnya, kami berharap frekuensi penerbangan itu bisa ditambah lagi,” paparnya.

Jembatan udara melalui penerbangan pesawat kargo bersubdisi membawa muatan 1.200 kg sekali jalan atau sekitar 8-10 ton barang setiap harinya. Jumlah ini dirasakan masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Oksibil dan distrik dan kampung sekitarnya, misalnya Distrik Oksepang, Okbape, Serambakon, serta Kampung Yapimakot dan Dabolding.

“Di wilayah Pegunungan Bintang ini total ada 76 lapangan terbang, selain Bandara Oksibil yang ada di ibu kota kabupaten,” ungkap Plt. Kepala Bandar Udara Oksibil, Agus Hadi. Khusus Bandara Oksibil, setiap hari melayani 50 pergerakan pesawat, artinya ada 100 take off dan landing dari bandara ini menuju Tanah Merah di Boven Digoel maupun Sentani, Jayapura.

Beratnya medan ke wilayah pedalaman yang hanya bisa ditempuh melalui angkutan udara tak jarang membuat harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pegunungan Bintang melambung. Harga BBM jenis premium pernah menembus Rp 150 ribu per liter, sementara dalam kondisi ‘normal’ rata-rata harga bensin mencapai Rp 45 ribu setiap liternya.

“Mahalnya harga bahan bangunan juga membuat biaya pembangunan rumah sangat tinggi. Hampir semua rumah terbuat dari kayu, karena harga semen dan material amat mahal. Membangun rumah dari batu di sini bisa membutuhkan biaya sekitar Rp 15 juta setiap meter perseginya,” papar Agus Hadi.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan atas berjalannya program jembatan kargo,  Kebijakan ini membuat disparitas antara harga kebutuhan pokok di kota dan Pegunungan Bintang bisa terpangkas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pegunungan Bintang Alferus Sanuari.

Alferus berharap harga barang bisa ditekan lagi, yakni dengan adanya Tol Laut khusus yang melayani pengiriman barang untuk Pegunungan Bintang dan terkoneksi Jembatan Udara Kementerian Perhubungan.

“Jadi barang-barang dari Surabaya melalui Tol Laut ke Boven Digoel ada yang secara khusus diperuntukkan bagi warga Pegunungan Bintang. Dari situ, langsung dikirim ke Oksibil melalui program Subdisi Angkutan Udara Kargo Perintis,” ungkapnya.

Subsidi Kargo Perintis membuat warga Pegunungan Bintang tersenyum cerah. Secerah kebangaan atas produk unggulan ‘Kopi Oksibil’ serta potensi besar eksplorasi tambang di kabupaten yang didiami oleh Suku Ngalum ini. (snc)

Sumber: Humas Kemenhub

Editor: Hermanto Sipayung

Tokoh

Kwarcab Gerakan Pramuka Simalungun Gelar Muscab 2026, Mixnon Andreas Simamora Terpilih sebagai Ketua

25 Juni 2026 | 20:59 WIB
Ekbis

Buka Rakerda KADIN 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah

25 Juni 2026 | 20:20 WIB
Peristiwa

Pastikan Tepat Sasaran, Pangulu Naga Jaya II Pantau Distribusi Bantuan Pangan

25 Juni 2026 | 19:42 WIB
Peristiwa

Tak Sekadar Berbagi Sembako, Jajaran Polres Pematangsiantar Tanamkan Semangat dan Disiplin pada Anak Panti Asuhan

25 Juni 2026 | 17:59 WIB
Peristiwa

Dugaan Penyebaran Video Asusila, Dua Warga Bintang Bayu Kembali Dipanggil Polres Sergai

25 Juni 2026 | 13:03 WIB
Sudut Pandang

Pasar Dwikora Terbakar, Akademisi Bongkar Kelemahan Pemko Siantar dalam Mitigasi Bencana

25 Juni 2026 | 10:41 WIB
Sudut Pandang

Dukung Program Siantar Cerdas, Disdik Pematangsiantar Benahi Fasilitas dan Tingkatkan Mutu Sekolah Negeri

24 Juni 2026 | 22:32 WIB
Peristiwa

Oknum Perangkat Desa Bandar Betsy I Jadi Sorotan, Diduga Tetap Tempati Rumah Dinas Kebun Meski Suami Sudah Dipindah Tugas

24 Juni 2026 | 19:45 WIB
Peristiwa

Camat Siantar Utara Pimpin Pembongkaran Lapak PKL, Drainase Pasar Dwikora Segera Dibenahi

24 Juni 2026 | 14:47 WIB
Peristiwa

Dua Pria Pemilik Sabu dan Ekstasi Tak Berkutik saat Ditangkap

24 Juni 2026 | 13:40 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto