SimadaNews.com – Warga Desa Kampung Bilah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu mengeluh, dikarenakan parit perbatasan antara perkebunan PT Indo Sepadan Jaya (ISJ) dengan desa, tidak pernah dibersihkan, akibatnya lahan perkebunan dan sebagian desa terendam banjir, kata Pejabat (Pj) Kepala Desa Kampung Bilah, Nasrun Nasution, Kamis (23/09/2021).
Menurut Nasrun Nasution, kalau curah hujan tinggi, debit air cukup besar dari perusahaan mengalir menuju Dusun Sei Deras.
“Paritnya tidak pernah dibersihkan dan dipenuhi tumbuhan kiambang, sehingga air tidak lancar menuju sungai. Alhasil, lahan dan Desa Bilah banjir,” katanya sembari meminta pihak perusahaan membersihkan parit pembuangan menuju desanya agar tidak meresahkan warga.
“Bila perusahaan tidak membersihkan parit, maka warga akan mengambil langkah selanjutnya. Lahan perkebunan kelapa sawit milik warga yang terendam banjir tidak dapat dipanen. Kalau pun lahan itu dipaksakan untuk dipanen, maka biaya operasional akan bengkak dua kali lipat. Hal itu merugikan warga,” katanya.
Sementara itu, Meneger PT ISJ, Parlin Ritonga, melalui Humas Hariadi, ketika dihubungi melalui selularnya, Kamis (23/9), mengaku lagi cuti, dan parit tersebut dua tahun terakhir tidak pernah dbersihkan.
Pihaknya berjanji akan segera menyampaikan kepada pimpinan guna mengatasi kondisi dampak banjir.
Camat Pangkatan, Hulwi, ketika dimintai tanggapannya, Sabtu (25/09/2021) mengatakan, belum ada pemberitahuan, baik lisan maupun tertulis, oleh sebab itu dia tak bisa berkomentar banyak.
Pihaknya berharap agar aparatur Desa Kampung Bilah dapat memberi tahu sehingga dapat dipertemukan dengan menejemen perusahaan dimaksud. (Berman Sinaga)