• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

Cegah Stunting, Kementan Serahkan Bibit Babi Untuk Kabupaten Nduga dan Paniai

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
21 November 2019 | 11:54 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Meningkatkan ketahanan pangan dan mempercapat penurunan angka stunting di Kabupaten Nduga dan Paniai Provinsi Papua, Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyerahkan bantuan bibit babi untuk 2 (dua) kabupaten tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen PKH, I Ketut Diarmita di Jakarta, Rabu 20 November 2019.

Hibah ternak babi sebanyak 70 ekor dari 220 ekor untuk Nduga tersebut di serahkan secara perdana pada hari Selasa 19 November 2019 dan dihadiri oleh Wakil Bupati Nduga beserta jajaran Pemda Kabupaten Nduga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, perwakilan Bappeda Provinsi Papua, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, kelompok penerima serta masyarakat Nduga.

“Total bantuan yang akan diserahkan untuk Papua adalah sebanyak 330 ekor, dengan alokasi untuk Kabupaten Nduga 220 ekor dan Kabupaten Paniai sebanyak 110 ekor” ucap Ketut.

Menurutnya ternak babi yang dibagikan di Nduga dibeli dari Mimika sehingga sekaligus dapat meningkatkan perekonomian di Papua. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan pakan babi sebanyak 12.200 kg (12,2 ton) dari total bantuan pakan sebanyak 26.400 kg (26,4 ton)

Ketut menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Riskesdas 2013 dan 2018 menunjukkan bahwa angka stunting di Papua masih tinggi yang berada di angka 32,9 persen, dan salah satu kabupaten prioritas yang menjadi target intervensi untuk penurunan angka stunting ini adalah Kabuten Nduga.

Persoalan stunting ini tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab satu kementerian (kesehatan) saja, tetapi perlu adanya campur tangan kementerian terkait seperti halnya Kementan dan juga kepala daerah setempat.

“Salah satu kontribusi kami adalah dalam pencegahan stunting dengan menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan, khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan)” ungkap Ketut.

Sementara, pada acara penyerahan bantuan, Makmun, Kepala Sub Direktorat Unggas dan Aneka Ternak, Ditjen PKH membacakan sambutan mewakili Dirjen PKH yang menyampaikan pesan agar ternak babi ini dijaga dan dipelihara dengan baik agar terus berkembang biak untuk kesejahteraan masyarakat papua.

Dia juga mengharapkan kepada Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nduga untuk terus membimbing para peternak babi agar bisa memeliharanya dengan baik.

“Saya berharap ternak babi ini dapat dipelihara dengan baik, dan secara rutin dilaporkan perkembangannya kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan” tambahnya.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Ditjen PKH juga telah menyalurkan bantuan babi ke Provinsi Papua dengan rincian Kabupaten Jayawijaya sebanyak 100 ekor, Lani Jaya 40 ekor, dan Tolikara 60 ekor. Adapun untuk Provinsi Papua Barat sebanyak 320 ekor dengan rincian untuk Kota Sorong 120 ekor, Kabupaten Sorong 95 ekor dan Manokwari 105 ekor.

Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian dan Dirjen PKH atas perhatian dan bantuannya untuk Nduga. Bantuan ternak babi ini sangat digemari oleh masyarakat Papua seperti yang kita lihat siang hari ini.

“Masyarakat Nduga sangat antusias untuk beternak babi, karena memang sudah turun temurun dilakukan dan babi sangat diperlukan untuk keperluan upacara adat dan pengembangan ekonomi masyarakat” tungkasnya. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

 

Peristiwa

Oknum Perangkat Desa Bandar Betsy I Jadi Sorotan, Diduga Tetap Tempati Rumah Dinas Kebun Meski Suami Sudah Dipindah Tugas

24 Juni 2026 | 19:45 WIB
Peristiwa

Camat Siantar Utara Pimpin Pembongkaran Lapak PKL, Drainase Pasar Dwikora Segera Dibenahi

24 Juni 2026 | 14:47 WIB
Peristiwa

Dua Pria Pemilik Sabu dan Ekstasi Tak Berkutik saat Ditangkap

24 Juni 2026 | 13:40 WIB
Peristiwa

Kejari Simalungun Perkuat Pengawasan Dana Desa, Gelar Entry Meeting Pendampingan dan Program Jaga Desa di Kecamatan Panei

24 Juni 2026 | 12:33 WIB
Sudut Pandang

Sidang Sinode IV GKII Digelar di Tebing Tinggi, Rumuskan Strategi Pelayanan Gereja

24 Juni 2026 | 08:44 WIB
Peristiwa

Sat Samapta Tampil Perkasa, Rebut Juara Turnamen Voli HUT Bhayangkara ke-80 Polres Simalungun

24 Juni 2026 | 00:10 WIB
Kesehatan

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pematangsiantar Layani 199 Warga Lewat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

23 Juni 2026 | 18:52 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba Kembali Tersandung Kasus, Diciduk Bersama 12 Paket Sabu

23 Juni 2026 | 17:03 WIB
Peristiwa

Enam Pelaku Pengeroyokan Jaka Malau Sudah Ditahan Polisi

23 Juni 2026 | 13:52 WIB
Peristiwa

Aksi Maling Kabel di KEK Sei Mangkei Terbongkar, Tiga Pekerja Diamankan Polisi

23 Juni 2026 | 12:33 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto