SimadaNews.com-Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan forum tematik bertema “Bio Diesel B-100 Sebagai Alternatif Bahan Bakar Masa Depan”, di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis-Jumat (4-5/7).
Ketua Umum Bakohumas, Doddy Setiadi, diwakili Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bambang Gunawan mengatakan, impian Indonesia mempunyai energi terbarukan bukan hanya angan-angan semata.
“Kementerian Pertanian telah berhasil mengembangkan bahan bakar Bio Diesel B-100 atau 100 persen Biosolar (green fuel) di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat di Indonesia,” kata Doddy.
Doddy menjelaskan, Bio Diesel B-100 ini, bermanfaat dari segi ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Dari segi ekonomi, pengunaan B-100 lebih murah 40 persen dibandingkan bahan bakar solar karena 1 liter solar hanya mampu menempuh jarak 9,6 Kilometer, sementara penggunaan 1 liter B-100 mampu menempuh jarak 13,1 Kilometer.
“Oleh karenanya, pengunaan B-100 berpotensi mampu menghemat devisa senilai Rp26,66 triliun,” ujar Doddy.
Sementara dari segi lingkungan, lanjutnya, pengunaan B-100 lebih ramah lingkungan karena CO (Karbon Monoksida) yang dihasilkan lebih rendah 48 persen dibandingkan solar. Kemudian, dari segi pemberdayaan masyarakat mampu mensejahterakan petani sawit.
Pada kegiatan Kamis (4/7) Kementan menghadirkan tiga pembicara yang juga melakukan penelitian terhadap Bio Diesel B-100. Sesi pertama dibuka Sam Herodian, Staf Ahli Menteri Kementan, yang membahas tentang “Kebijakan B100 sebagai Alternatif Bahan Bakar Masa Depan”.
Lalu Desrial, Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta), yang berbicara mengenai “Peluang dan Tantangan Pengembangan Bio Diesel dan Industrialisasi Kedepan”. Kemudian ditutup oleh Syafaruddin, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kementan, dengan tema presentasi “Progres Penelitian Penelitian B100”.
Jumat (5/7), peserta Bakohumas diajak berkeliling Agro Widyawisata Ilmiah Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementan.
Di sana, para peserta Bakohumas melihat proses pembuatan Bio Diesel B-100, serta berkunjung ke kebun kopi dan kakao milik Balittri Kementan. Tak lupa, para peserta Bakohumas pun disuguhi minuman kopi dan cokelat hasil olahan Balittri Kementan.
Forum Tematik Bakohumas kali ini dihadiri oleh kurang lebih 100 pejabat pengelola kehumasan dari 48 Kementerian dan Lembaga, Organisasi Profesi, serta perwakilan Senat Mahasiswa. (snc)
Editor: Hermanto Sipayung

