• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/

slot gacor

Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Peningkatan Produksi Beras Lewat Budidaya Padi Gogo Varietas Lokal Indonesia

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
30 Maret 2021 | 10:11 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Oleh | Tonny Saritua Purba

 

 

PENURUNAN produksi beras terutama disebabkan oleh adanya konversi lahan sawah yang dipergunakan untuk pembangunan  infrastruktur jalan raya, pabrik, industri dan perumahan.

Dengan terkonversinya lahan sawah maka luas sawah juga akan semakin berkurang, maka salah satu cara untuk meningkatkan produksi beras secara Nasional adalah melalui pengembangan padi Gogo, potensi lahan kering di Indonesia cukup luas bisa diberdayakan untuk pengembangankan padi Gogo.

Padi Gogo disebut juga dengan istilah padi huma atau padi darat, beberapa hal yang perlu diketahui tentang Padi Gogo antara lain :

Pertama. Padi Gogo cocok ditanam di lahan kering, baik di dataran rendah, sedang dan tinggi. Padi gogo memang memerlukan air dalam pertumbuhannya, tapi tidak dalam kapasitas berlebihan, kebutuhan air bisa hanya mengandalkan curah hujan saja.

Kedua. Dengan semakin berkembangnya penemuan-penemuan Varietas baru Padi Gogo, produksi gabahnya tidak kalah dengan produksi gabah yang ada di sawah, padi Gogo bisa panen di atas 5 ton per ha, bahkan di beberapa daerah bisa menghasilkan 7 ton per ha

Ketiga. Budidaya Padi Gogo ramah lingkungan, kebutuhan pupuk dan kebutuhan air tidak sebesar jika dibandingkan budidaya di sawah, budidaya mengacu kepada pertanian yang keberlanjutan dan kelestarian lingkungan dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida.

Keempat. Padi Gogo bisa tumbuh subur pada berbagai jenis tanah dan lokasi, poses pengelolaan lahan juga mudah, pengolahan lahan dilakukan saat awal musim hujan, cukup diberikan pupuk kandang padi Gogo bisa tumbuh subur

Kelima. Penanaman benih padi Gogo sangat sederhan, tampa melakukan persemaian terlebih dahulu cukup dilakukan dengan cara tugal atau larikan, saat ini mesin tanam juga sudah ada, baik semi manual atau dengan mesin.

Saya sedang melakukan pemberdayaan kepada petani padi lewat LPPM Universitas Simalungun, ada dua varietas yang dibudidayakan, yaitu Padi Gogo IPB 9G dan Inpago Unsoed-1.

Diharapkan dari budidaya padi Gogo ini agar potensi lahan tidur yang ada di Universitas Simalungun bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah bukan saja untuk Universitas Simalungun tapi bisa sebagai contoh bagi petani padi yang ada di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Varietas lokal juga ada di Simalungun, namanya Sigambiri, jenis beras merah, umur tanaman 6 bulan, sementara yang sedang dibudidayakan sekarang adalah jenis beras putih, aromatik, pulen, umur panen 105 hari.

Semoga saat panen bisa di atas 5 ton per ha, dengan biaya bertani murah, sebuah peluang bagi petani untuk meningkatkan penghasilan, petani bisa lebih sejahtera.

Jika petani menanam secara masif dengan memanfaatkan potensi lahan kering yang ada maka bisa sebagai upaya untuk mengembalikan Kabupaten Simalungun sebagai lumbung beras di Sumatera Utara dan juga ikut membantu Pemerintah dalam upaya penyediaan beras secara Nasional.

Menanam padi di sawah saat ini sulit diandalkan lagi karena luas lahan sawah selalu berkurang, jika Pemerintah bisa mempertahankan luas lahan sawah sudah sebuah keberhasilan, sehingga dengan melihat kondisi tersebut maka potensi padi Gogo bisa sebagai salah satu cara dan perlu dibangkitkan kembali untuk peningkatan stok beras secara Nasional dalam upaya Pemerintah meraih swasembada beras.

 

@Penulis Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia

Peristiwa

Pengurus TP-PKK Simalungun Ikuti Bimtek PKK Provinsi Sumut

23 Juli 2026 | 10:50 WIB
Sudut Pandang

Komisi X DPR-RI Kunker ke Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih Dorong Sinergi untuk SDM Unggul

23 Juli 2026 | 07:28 WIB
Peristiwa

Jelang Sumut Rally 2026, Pemko dan Polres Siantar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas serta Sterilisasi Jalur

22 Juli 2026 | 22:47 WIB
Ekbis

Petani Samosir Terima Bantuan 5 Ton Bibit Kentang

22 Juli 2026 | 21:31 WIB
Kesehatan

Wamenkes RI Kunjungi Simalungun Tinjau Pelaksanaan Skrining TB dan Beri Bantuan X Ray Portabel

22 Juli 2026 | 19:52 WIB
Peristiwa

Kunker ke Haranggaol, Samrin Girsang Minta Galakkan Gerakan Pelestarian Lingkungan

22 Juli 2026 | 18:38 WIB
Peristiwa

Dua Rumah Terbakar di Gang Jambu Air Pematangsiantar

22 Juli 2026 | 17:13 WIB
Peristiwa

Ditemukan Tanpa Identitas, Jenazah Pria yang Ditemukan di Kebun Bridgestone Ternyata Robinson Harianja

22 Juli 2026 | 10:31 WIB
Peristiwa

Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi, Lurah Harus Mampu Deteksi Modus TPPO dan TPPM

22 Juli 2026 | 08:06 WIB
Sudut Pandang

Pematangsiantar Naik ke Peringkat 4 Kota Toleran Nasional, Wesly Ajak DMI Perkuat Sinergi

21 Juli 2026 | 22:20 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

slot gacor

slot gacor